REDAKSI8.COM, TANAH BUMBU – Pemerintah Desa Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, mempertegas komitmen mereka dalam memutus rantai stunting melalui pelaksanaan Pra-Musrenbang Tematik Stunting pada Jumat (23/1/2026).
Forum strategis ini bertujuan menyatukan seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah konkret pencegahan dan penurunan angka stunting secara terpadu di tingkat desa.


Kegiatan ini menghadirkan jajaran otoritas dan pelaksana teknis, meliputi Tim Koordinator Kecamatan yang dipimpin Plt. Sekretaris Camat, Kepala Puskesmas Darul Azhar, Tenaga Ahli Pendamping Kabupaten, serta Bidan Desa.
Selain unsur birokrasi, forum tersebut melibatkan aktif kader Posyandu, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tim Penggerak PKK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga seluruh Ketua dan Sekretaris RT di wilayah Desa Bersujud.
Seluruh peserta forum memfokuskan pembahasan pada aspek konvergensi stunting. Langkah ini mencakup sinkronisasi berbagai program sektoral agar seluruh intervensi berjalan lebih efektif, terukur, dan saling mendukung.
Para pemangku kepentingan menyepakati bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan elemen masyarakat menjadi syarat mutlak dalam menangani persoalan ini secara tuntas.
Dalam sesi evaluasi, forum itu telah mengidentifikasi sebanyak 9 anak di Desa Bersujud yang mengalami stunting.
Pemerintah Desa segera menjadikan data tersebut sebagai basis utama dalam menyusun program prioritas dan mengarahkan anggaran desa secara tepat sasaran.
Kepala Desa Bersujud, Jumriadi, memberikan instruksi tegas bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab kolektif yang menuntut konsistensi tinggi.
“Kami menargetkan penurunan angka stunting di Desa Bersujud melalui berbagai program strategis, seperti penyaluran makanan tambahan bergizi, pengawasan rutin ibu hamil, serta pemberian susu protein tinggi,” Ujar Jumriadi.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah desa wajib memastikan setiap program tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan, namun memberikan dampak signifikan bagi kesehatan masyarakat.
“Kami akan memfasilitasi anak-anak tersebut untuk mendapatkan penanganan langsung dari dokter spesialis anak guna memastikan perkembangan kesehatan mereka terpantau secara maksimal,” tegas Jumriadi.
Lebih lanjut, Jumriadi menilai bahwa kekompakan antara kader Posyandu, bidan desa, PKK, dan peran aktif pengurus RT menentukan keberhasilan target desa.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan agar seluruh hasil Pra-Musrenbang ini menjadi acuan tetap dalam Musrenbang Desa dan mendapatkan tindak lanjut secara konsisten dalam pelaksanaan anggaran.
Melalui forum ini, Pemerintah Desa Bersujud menetapkan penurunan stunting sebagai prioritas utama pembangunan. Langkah sistematis ini merupakan upaya serius desa dalam mencetak generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sekaligus mewujudkan Desa Bersujud yang bebas stunting secara berkelanjutan.



