REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di 20 Kelurahan sebagai penguatan ekonomi berbasis masyarakat.
Seluruh KKMP ditargetkan mulai beroperasi pada bulan Maret Tahun 2026 mendatang. Dimana saat ini dari 20 kelurahan, tiga KKMP telah memasuki tahap pembangunan gerai, masing-masing di Kelurahan Landasan Ulin Timur, Palam, dan Loktabat Utara.

Proses konstruksi pun masih berjalan sembari menyiapkan kepengurusan dan legalitas koperasi.
Ketua KKMP Loktabat Utara, Rudi Rahmana mengatakan, masih terdapat sejumlah kendala yang memperlambat pembangunan gerai, terutama terkait ketersediaan lahan di beberapa wilayah Kelurahan.
“Contoh aja misalkan di KKMP Kelurahan Komet, itu ada kendalany adalah masalah tempat, lokasi, usaha, yang sementara ini direncanakan akan dibangun untuk bangunan baru,” ujarnya, Senin (15/12/25).
Menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan wilayah seperti di Kelurahan Komet menyulitkan pengurus mencari lahan kosong yang sesuai untuk pembangunan gerai koperasi.
Sehingga sampai saat ini, sejumlah KKMP masih menunggu kejelasan dukungan dari Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Di sisi lain kita juga tidak tahu apakah anggaran pembangunan itu akan diambil alih dari dana yang disiapkan oleh KKMP yang ada di setiap lokasi,” ucapnya.
Meski demikian, Rudi mengharapkan, pelaksanaan KKMP di setiap Kelurahan dapat berjalan lebih optimal dengan dukungan sarana, prasarana, serta peralatan penunjang yang memadai.
Sementara untuk kesiapan organisasi, ia memastikan kepengurusan dan legalitas KKMP Loktabat Utara telah dipersiapkan secara lengkap.
“Kita sudah siap mengurus dan dari tim pengawas ada tiga orang, kemudian pengurus ada ketua satu, ada wakil-wakil ketua yang menangani masalah keanggotaan, serta masalah usaha dua orang, hingga sekretaris dan bendahara,” jelasnya.
Ia juga berharap, masyarakat di masing-masing kelurahan dapat berperan aktif mendukung keberadaan KKMP.
“Sebagai bagian dari program prioritas nasional untuk penguatan ekonomi kerakyatan,” tutupnya.



