REDAKSI8.COM – Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini Kelurahan Kemuning, sejak kemarin Jumat (15/5) telah membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada seluruh warga setempat.
Bertempat di aula Kantor Kelurahan Kemuning, BST dilaksanakan maksimal 5 hari. Bantuan tersebut kata Lurah Kemuning, Syahbanto Raharjo, diberikan kepada warga terdampak pandemi Covid-19 yang rentan miskin.
Adapun nilai bantuan yang diberikan ialah sebanyak Rp. 400 ribu per kepala keluarga (kk). Uang tersebut terdiri dari bantuan dari pihak Provinsi senilai Rp. 100 ribu dan Pemko Banjarbaru Rp. 300 ribu.
“Disini khusus Kelurahan Kemuning saja. Pembagian BST dilaksanakan di masing-masing kelurahan,” ungkap Syahbanto Raharjo saat ditemui, Sabtu siang (16/5).
Adapun jumlah warga yang mendapatkan bantuan sebanyak 612 kk. Dimana 266 kk mendapat bantuan dari provinsi. Sedangkan yang mendapat bantuan dari pemerintah Kota ada 345 kk.
“Yang dapat bantuan dari provinsi itu disubsidi oleh pemerintah kota sebesar Rp. 300 rupiah. Ini supaya tidak ada kesenjangan dan perbedaan. Jadi pa Walikota membuat kebijakan dengan mensubsidi mereka,” paparnya kepada pewarta.
Menggunakan kamera handphone sebagai alat bukti bahwa bantuan telah diserahkan kepada yang bersangkutan, Syahbanto mengaku itu semua demi mempermudah pelaporan terhadap pihak auditor nanti.
“One name, one address and one SPG. Artinya alat buktinya itu untuk satu orang satu laporan pertanggung jawaban,” tuturnya.
“Kegiatan ini berlangsung dari pukul 9 pagi. Jam 12 sudah istirahat. Pukul 1 siang lanjut lagi hingga pukul 4 sore,” jelasnya.
Sementara itu Hasan, warga Kemuning RT 15 mengaku, sangatlah terbantu akan bantuan tersebut. Dimana baginya, bantuan senilai itu dapat menyambung hidup selama satu bulan kedepan.
“Alhamdulillah terima kasih atas bantuannya. Kalau seperti ini warga sudah tidak resah lagi, ada tambahan untuk sehari-hari,” ucap Hasan.
Ditanya dipergunakan untuk membeli apa apa, Hasan menyebutkan untuk membeli beras sebanyak 20 liter dan beberapa kilogram telur untuk satu bulan.
“Iya itu cukup untuk satu bulan,” cetusnya.
Selanjutnya Supriyansyah, warga RT 15 yang bekerja sebagai pedagang buah di Pasar Batuah pun mengakui cukup terbantu.
Walaupun menurutnya, uang senilai itu hanya cukup bertahan kurang lebih selama 5 hari saja, lantaran Supriansyah banyak memiliki anak.
“Sekarang kondisinya sangatlah berubah. Biasanya sehari bisa peroleh 2 juta, sekarang cuma 500 ribu. Bukan ga mau beli, tapi sudah jarang ada pembeli,” beber supriansyah.
“Nanti saya belikan beras, ikan dan sayur, karena itu yang paling penting. Setelah itu sisany baru buatbbeli sabun, minyak, gas,” tandasnya.



