REDAKSI8.COM, BANJAR – Musibah kebakaran permukiman kembali terjadi di Kabupaten Banjar. Kali ini, kebakaran melanda kawasan Jalan Pematang Panjang Km 5, RT 01/RW 01, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 10.15 WITA.
Peristiwa tersebut menyebabkan tiga unit rumah mengalami kerusakan berat dan satu rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Sebanyak 7 kepala keluarga (KK) atau 18 jiwa tercatat terdampak akibat kejadian tersebut.

Sehari setelah musibah, Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak memberikan bantuan kepada warga. Bantuan logistik diserahkan pada Jumat (7/8/2026) sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan awal masyarakat yang terdampak.
Penyaluran bantuan dilakukan BPBD Kabupaten Banjar melalui Kepala Seksi Logistik, Yanrinaldo Bachdie, dan turut didukung oleh BPK Kulawarga.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama setelah sebagian tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Banjar, terdapat tujuh KK dengan total 18 jiwa yang terdampak dalam musibah tersebut.
Mereka terdiri atas Muhammad Annor sebanyak satu KK dengan empat jiwa, Rusnah satu KK satu jiwa, Busri satu KK tiga jiwa, Muhammad Sardiansyah satu jiwa, Rahmat Hidayad satu KK empat jiwa, Noorhasanah satu KK satu jiwa, serta Muhammad Faridi satu KK dengan empat jiwa.
Kerusakan rumah yang cukup parah membuat sebagian warga harus menghadapi kondisi sulit pascakebakaran. Selain kehilangan atau kerusakan tempat tinggal, warga juga berpotensi kehilangan sejumlah barang kebutuhan rumah tangga yang sebelumnya berada di dalam bangunan.
Kondisi tersebut membuat bantuan pada masa awal pascakejadian menjadi penting, terutama untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari menunggu penanganan dan dukungan lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan penyaluran bantuan logistik merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Menurutnya, bantuan tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban warga sekaligus memenuhi kebutuhan awal setelah terjadinya kebakaran.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga yang terdampak kebakaran. BPBD Kabupaten Banjar akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, serta unsur terkait untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan,” ujar Wasis.
Ia menegaskan, penanganan warga terdampak tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal. BPBD Kabupaten Banjar masih melakukan pemantauan terhadap kondisi para korban serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan dan unsur terkait untuk mengetahui kebutuhan lanjutan.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan.
Musibah kebakaran permukiman tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas dan kehidupan warga dalam waktu yang tidak singkat. Karena itu, respons cepat pemerintah setelah kejadian menjadi bagian penting dalam penanganan bencana.
Pendataan jumlah korban, identifikasi tingkat kerusakan rumah, penyaluran bantuan logistik serta pemantauan kebutuhan lanjutan menjadi tahapan yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Dalam kasus kebakaran di Kelurahan Gambut ini, BPBD Kabupaten Banjar bersama unsur terkait terus memastikan kondisi warga terdampak mendapatkan perhatian. Penanganan dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Bagi tujuh KK yang terdampak, bantuan yang diberikan pemerintah setidaknya menjadi dukungan awal untuk melewati masa sulit setelah kebakaran. Pemerintah daerah juga terus mendorong koordinasi lintas pihak agar kebutuhan warga dapat ditangani secara tepat dan tidak terputus setelah bantuan pertama disalurkan.
Musibah tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan permukiman. Pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko serta dampak apabila terjadi bencana kebakaran di kemudian hari.



