REDAKSI8.COM, MANADO – Menjelang momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), jajaran Kodam XIII/Merdeka memastikan seluruh personel dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan keamanan dan bencana alam di wilayah Sulawesi Utara. Komitmen tersebut ditegaskan Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Yustinus Nono Yulianto saat menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana dan Peningkatan Aktivitas Masyarakat di Wisma Bumi Beringin, Manado.
Rakor yang dihadiri langsung Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait itu digelar sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya umat Kristiani yang akan merayakan Natal di berbagai wilayah. Selain itu, kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem pada akhir tahun juga menjadi perhatian serius.

Dualam kesempatan tersebut, sejumlah strategi dibahas secara detail, mulai dari pemetaan wilayah rawan bencana seperti banjir, longsor, dan gelombang tinggi, kesiapan sarana dan prasarana penanganan darurat, pengaturan lalu lintas dan pengamanan pusat keramaian dan koordinasi lintas instansi dalam respons cepat situasi darurat.
Kodam XIII/Merdeka menjadi salah satu komponen utama dalam mendukung operasi kemanusiaan dan pengamanan sepanjang libur akhir tahun.
Kasdam XIII/Merdeka menyampaikan bahwa seluruh jajaran telah diperintahkan untuk bersinergi penuh dengan kepolisian, pemerintah daerah, hingga relawan kebencanaan.
“Kodam XIII/Merdeka siap mendukung langkah-langkah kesiapsiagaan, baik menghadapi potensi bencana maupun menjaga stabilitas keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Tugas kami memastikan masyarakat tetap merasa aman dan dapat beribadah serta beraktivitas dengan nyaman,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi masyarakat mengenai kondisi cuaca dan potensi kerawanan untuk meminimalkan risiko korban.
Melalui rakor ini, seluruh unsur Forkopimda menyatukan langkah untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan publik, termasuk kesiapan penanganan kondisi darurat selama 24 jam.
Dengan koordinasi terpadu dan dukungan penuh pasukan TNI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimis suasana Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung tertib, aman, dan kondusif di seluruh wilayah.



