Dalam sambutan yang mewakili Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Suhardi, Brigjen TNI Nono Yulianto menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar masyarakat Sulawesi Utara. Ia mengajak seluruh warga agar tidak mudah terprovokasi isu atau informasi yang dapat memecah belah.
“Minahasa Tenggara adalah tanah persaudaraan. Jika ada masalah, mari selesaikan dengan kepala dingin. Jangan biarkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab merusak hubungan yang sudah terjalin baik selama ini,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat. Berbagai aspirasi disampaikan langsung, menunjukkan bahwa semua pihak berkomitmen untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan utama daerah tersebut.
Forkopimda Sulut menegaskan bahwa penyelesaian setiap persoalan harus mengedepankan jalur damai dan hukum yang berlaku. Upaya antisipasi juga terus ditingkatkan agar kejadian yang sama tidak terulang, sekaligus memperkuat kolaborasi TNI–Polri bersama tokoh masyarakat dalam menjaga situasi kondusif.
Suasana keakraban yang tampak sepanjang kegiatan menjadi harapan baru bagi pulihnya keharmonisan antarwarga. Acara pun ditutup dengan pernyataan sikap bersama untuk terus merawat rasa persaudaraan di Minahasa Tenggara.



