REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kondisi kabut asap mulai menyelimuti kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru dalam beberapa hari terakhir.
Meski begitu, pihak manajemen memastikan fenomena tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap jadwal penerbangan.

Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Syamsudin Noor, Ahmad Zulfian Noor menjelaskan, berdasarkan data pemantauan dalam tiga hari terakhir, tidak tercatat adanya penundaan keberangkatan akibat gangguan jarak pandang.
“Secara umum dalam tiga hari terakhir tercatat tidak terjadi dampak kabut asap terhadap penundaan waktu keberangkatan penerbangan,” ujar Zulfian kepada redaksi8.com, Selasa (11/8).
PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola bandara katanya terus memperkuat koordinasi dengan sejumlah stakeholders terkait untuk mengantisipasi penurunan kualitas udara dan jarak pandang.
Namun menurutnya, keputusan teknis mengenai keselamatan terbang berada di tangan otoritas navigasi dan maskapai.
“Keputusan mengenai visibility dan operasional penerbangan merupakan ranah dari AirNav Indonesia dan pihak maskapai untuk memutuskan setiap kondisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” bebernya.
Lebih jauh dia menghimbau kepada masyarakat yang memiliki jadwal penerbangan disarankan untuk berangkat menuju bandara lebih awal dari biasanya.
Sebab, kabut asap tidak hanya berpotensi mengganggu jalur udara, tetapi jarak pandang pengendara di jalan raya menuju bandara pun tentunya terdampak.
“Pastikan untuk selalu memantau kondisi terkini penerbangan melalui informasi resmi dari maskapai atau petugas di lapangan,” tukas Zulfian.
“Semoga kemarau panjang ini cepat berakhir dan masyarakat sekitar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu karhutla,” pungkasnya.



