REDAKSI8.COM – Ditengah Pandemi Covid-19, pemulihan Ekonomi gencar dilakukan oleh pemerintah Kota Banjarbaru, salah satunya melalui program Padat Karya berbasis infrasturktur oleh Bidang Sumberdaya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kegiatan tersebut diserahkan kepada Lembaga Pemberdayaan Masayrakat (LPM), sehingga masyarakat terdampak yang notabennya memiliki penghasilan minim bisa diberdayakan dalam program itu.

Dimana LPM di masing-masing Kelurahan yang menetukan siapa saja warga yang berhak mengerjakan program padat karya tersebut.
Kepala Bidang SDA Dinas PUPR, Subrianto menerangkan, perbaikan lokasi perairan sungai sendiri masih terfokus dalam pengelolaan sungai dan beberapa saluran-saluran irigasi yang ada di beberapa Kelurahan Kota Banjarbaru.
Saat ini Ia mengaku sudah ada 12 kelurahan yang mendapatkan pengelola untuk Padat Karya itu sendiri, di antaranya Kelurahan Loktabat Utara, Mentaos, Komet, Loktabat Selatan, Kemuning, Guntung Paikat, Sungai besar, Guntung Manggis, Guntung Payung dan Kelurahan Palam serta Bangkal.
“Masing masing dari kelurahan berbeda beda dalam pelaksanaan pekerjaannya. Dalam hal ini pihak kami lebih memfokuskan untuk membersihkan Gulma, perbaikan siring-siring dan juga pembuatan jalan uusaha tani,” ungkap Subrianto kepada pewarta ini, Jumat (27/11).
Subrianto melanjutkan, adapun dana yang bisa diserap dalam program Padat Karya itu totalnya mencapai Rp. 2,5 Miliyar.
“Dana tidak dibagi secara merata lantaran kebutuhan di masing-masing Kelurahan berbeda-beda,” katanya.
“Dari dana 2,5 M itu, ada kelurahan yang dapat 700 juta rupiah, ada yang 400 juta rupiah. Ada juga yang cuma 1 juta 6 ratus rupiah, tergantung keperluan dana yang mereka usulkan,” Ia memaparkan.
Adapun untuk progers pekerjaan yang dilakukan 12 Kelurahan sejauh ini cukup berpariasi, namun semuanya akan rampung saat akhir Desember 2020.
“Total tenaga kerja yang diberdayakan di 12 kelurahan kurang lebih 100 orang,” cetusnya.
“Pekerjaan yang dilakukan rata-rata sudah mau selesai dan sudah dipastikan bahwa kegiatan tersebut akan rampung akhir Desember 2020,” tutup Subrianto.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengalokasikan anggaran Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) TA 2020 sebesar Rp 12,32 triliun selama masa Pandemi COVID-19, dengan rencana serapan tenaga kerja sebesar 638.990 orang.
Anggaran PKT utamanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur kerakyatan yang mendukung produktivitas masyarakat perdesaan, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, misalnya peningkatan irigasi kecil, perbaikan jalan lingkungan, rumah subsidi, penanganan kawasan kumuh, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menekankan Program PKT Kementerian PUPR dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuan utama program Padat Karya Tunai adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat di perdesaan atau mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa.
“Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok”, tegas Menteri Basuki.
Pembangunan infrastruktur kerakyatan dengan skema Padat Karya Tunai salah satunya dilaksanakan melalui Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Dengan tersedianya sarana prasarana air bersih dan sanitasi juga turut mendukung upaya pencegahan penyebaran COVID-19 melalui pemahaman tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat.
Pada TA 2020 Pamsimas dilaksanakan di 4.806 lokasi dengan total anggaran sebesar Rp 1,160 triliun. Tercatat hingga 27 September 2020, penyerapan tenaga kerja Pamsimas telah memenuhi target 48.060 orang atau tercapai 100%. Pamsimas dilaksanakan dengan menyediakan akses air minum aman melalui uji kualitas air, penyediaan sanitasi untuk stop buang air besar sembarangan (BABS), dan perubahan perilaku dengan mengadopsi gaya hidup bersih sehat seperti gerakan cuci tangan pakai sabun.
Capaian 100% dari target penyerapan tenaga kerja juga direalisasikan melalui program Sanimas sebanyak 15.705 orang. Kegiatan PKT ini diantaranya dilaksanakan dengan pembangunan prasarana mandi cuci kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kombinasi dengan MCK dan Sambungan Rumah (SR). Pada TA 2020, Sanimas menjangkau 1.046 lokasi dengan anggaran Rp 395,91 miliar.
Salah satu daerah yang mendapat layanan program Pamsimas dan Sanimas adalah Provinsi Papua dengan total tenaga kerja yang telah terserap sebanyak 2.121 orang. Baik kegiatan Pamsimas maupun Sanimas dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan penanganan COVID-19 seperti Tenaga Fasilitator Lapangan wajib menggunakan masker dan menjaga jarak minimal 1 meter.



