REDAKSI8.COM – Rapat pleno komisioner KPU Kalimantan Selatan yang berlangsung pada Rabu (23/1), menjadi ‘bumerang’ tersendiri untuk Edy Ariansyah.
Pasalnya, setelah sempat menjabat 7 bulan sebagai Ketua KPU Kalsel, pada rapat pleno yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, telah disepakati bahwa Edi Ariansyah dilengserkan dari posisi sebagai Ketua KPU Kalsel.
Berdasarkan keputusan rapat tersebut, Edi Ariansyah, digeser posisi dari Ketua KPU Kalsel menjadi Ketua Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat.
Ditemui di ruang kerjanya, kepada sejumlah awak media, Edy menjelaskan bahwa keputusan tersebut sudah berdasarkan kesepakatan yang diperoleh secara demokrasi.

“Sebelumnya kami juga melakukan pemantauan kepada masyarakat, hasilnya kami memperoleh bahwa kinerja KPU sendiri masih kurang maksimal, dalam hal sosialisai terkait Pemilu 2019 mendatang. Oleh karenanya, saya dipercaya untuk memegang tanggung jawab dalam bidang tersebut,” jelasnya.
Menurut Edy, dalam berdemokrasi kepemimpinan bukanlah hal yang utama, akan tetapi solidaritas dan kerjasama merupakan kuncinya.
Edy juga mengatakan, bahwa berdasarkan UUD No. 7 Tahun 2017, tentang sosialisasi merupakan kewajiban KPU serta menjadi hal subtansif yang diperlukan masyarakat.
Dia berharap, dengan tanggung jawab dan tugas baru yang Dia terima, bisa meningkatkan partisipasi masyarakat khusunya untuk Pemilu tahun 2019.
Dilain pihak, Sarmuji, Ketua KPU Kalsel yang baru diputuskan melalui rapat pleno komisioner, menyampaikan kejadian pergantian tersebut merupakan hal wajar dalam demokrasi.

Kepada Jurnalis Redaksi8.com, Sarmuji menjelaskan bahwa pengangkatannya menjadi Ketua KPU, berdasar pengalaman kerja yang lama dan sudah dua kali bertugas di KPU Provinsi.
“Pergeseran ini merupakan hal yang lumrah, apalagi divisi yang dipegang pak Edy sekarang juga cukup sesuai. Pak Edy senang menulis dan suka membuat modul, atas beberapa pertimbangan salah satunya hal tersebut, maka kami rolling saja,” ungkapnya.
Terkait Pemilu yang akan sebentar lagi berlangsung, Sarmuji juga menjelaskan bahwa pergantian ini tidak akan menjadi masalah.
“Sebenarnya pergantian ini justru untuk lebih menyesuaikan dengan fungsi yang ada, dan saya tekankan pergantian ini tidak ada unsur tekanan sama sekali,” pungkasnya.



