REDAKSI8.COM – Sejumlah jalam kembali ditemukan berlubang, tepatnya di Jalan Kebun Karet Kelurahan Guntung Payung Kota Banjarbaru.
Jalan itu sementara diduga telah menimbulkan korban jatuh. Wartawan redaksi8.com sempat menemukan beberapa lubang di sepanjang jalan Kebun Karet.

Ditemukan, ada 3 lubang dalam satu titik yang luasnya kurang lebih satu ban motor roda dua. Menurut pengakuan warga setempat yang namanya tidak bisa disebutkan, umur lubang tersebut baru 3 hari. Dimana lubang itu sudah sempat menimbulkan korban bagi pengguna jalan.

Kemarin, Minggu (31/7) ketika hujan katanya ada 2 orang yang tengah berkendara melintas dan terseruduk jatuh ditubuh Jalan. Hal itu disebabkan oleh jalanan licin dan salah satu ban masuk ke dalam lubang itu hingga akhirnya jatuh.
Lubang itu menurutnya sudah diperbaiki petugas yang berwenang. Namun lantaran sering di lewati pengguna jalan, akhirnya tambalan kembali terkikis hingga terbentuklah sebuah lubang yang cukup dalam hingga sekarang.
“Ada pipa bocor di lubang itu. Setelah itu ada petugas yang memperbaiki. Tapi setelahnya tambalan terkikis sampai berlubang lagi,” Ia mengaku saat di wawancara Redaksi8.com.
Saat dicoba di Konfirmasi kepada penanggungjawab persoalan jalan tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) sedang tidak ada di ruangannya.
Menurut petugas yang berjaga, pejabat yang bersangkutan tengah mengikuti rapat koordinasi di kantor Setdako Provinsi Kalsel sejak pagi, sehingga tidak ada di tempat.

Diketahui, ada dasar hukum yang mengatur perihal tuntutan kepada pemerintah sebagai pihak penyelenggara karena membiarkan jalanan rusak tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Dalam Pasal 24 ayat 2, jika perbaikan jalan yang rusak belum dapat dilakukan, maka penyelenggara jalan wajib memberi tanda atau rambu pada jalan yang rusak. Pemberian tanda atau rambu itu untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Sejauh ini belum ada rambu atau penanda yang diletakan di sekitar lubang jalan itu. Namun, di titik yang berbeda, masyarakat berinisiatif memasang sebuah batang pohon pisang sebagai pengganti rambu sementara supaya pengguna jalan tidak terancam bahaya ketika melintas.



