REDAKSI8.COM – Jalan Alternatif di Paringin mengalami kerusakan parah. Kondisi bervariasi, mulai dari berlubang, aspal di badan jalan terkelupas hingga becek dan lumpur yang tergenang.
Ini dipicu lantaran adanya pengalihan jalur untuk seluruh kendaraan dan angkutan dengan berat tonase melebihi 5 ton.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Dinas Perhubungan Kabupaten Balangan, Sahrudin menegaskan, pengalihan jalur angkutan berat itu sudah menjadi komitmen untuk dilakukan.
“Jika dibutuhkan, akan diletakkan rambu peringatan dititik jalan rusak. Bahkan kami siap untuk mengawasi baik siang mau pun malam,” ujarnya, Rabu (31/3).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Balangan, Ir Tuhalus mengakui, jalan alternatif lingkar selatan sudah mengalami kerusakan parah sejak Januari 2021 lalu.
Menurutnya, kondisi itu dipicu setelah difungsikan sebagai jalur untuk pengalihan kendaraan berat karena adanya pembatasan angkutan melintasi Jembatan Paringin.
“Karena pada Januari kemarin, semua kendaraan berat di atas lima ton, dialihkan ke jalur alternatif itu. Namun, kondisi jalan kita tidak siap,” katanya.

Tuhalus mengungkapkan, jalan alternatif yang merupakan kenangan kabupaten itu hanya memiliki kavasitas berat lalu lintas di bawah 7 ton.
“Sementara, kendaraan dan mobil angkutan yang melintas di situ kisaran berat mencapai 15 sampai dengan 30 ton,” bebernya.
Menyikapi itu, Dinas PUPR Kabupaten Balangan telah melakukan penanggulangan, menutup kerusakan jalan yang berlubang dengan cor dan menumpuk bebatuan.



