REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Jumlah penerima insentif guru Pendidikan Al-Qur’an di Kota Banjarbaru pada 2026 meningkat hingga 100 persen dibanding tahun sebelumnya.
Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Banjarbaru menilai langkah tersebut sebagai bentuk perhatian nyata Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap para pengajar agama.

Direktur Utama BKPAKSI Banjarbaru, Imam Sadikin menyebut, sebelumnya hanya 132 guru yang menerima insentif. Namun tahun ini, jumlahnya bertambah menjadi lebih dari 250 orang.
“Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Ibu Wali Kota, baru satu tahun berjalan sudah ada kenaikan hingga 100 persen. Ini tentu sangat berarti bagi guru-guru kami yang sudah bertahun-tahun mengabdi dalam mendidik generasi Qur’ani,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (23/2/26).
Menurutnya, peningkatan itu menjadi bukti keberpihakan Pemerintah terhadap guru mengaji yang selama ini berperan besar dalam pembinaan akhlak dan karakter generasi muda.
“Mudah-mudahan beliau selalu diberikan kesehatan lahir dan batin, serta mampu membawa Banjarbaru semakin maju menuju Banjarbaru Emas,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menegaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.
“Guru-guru agama memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda di Banjarbaru. Sudah sepatutnya mereka mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah,” ucapnya.
Ia berharap, peningkatan jumlah penerima insentif dapat menjadi motivasi bagi para guru untuk terus mengabdi dengan penuh keikhlasan.
Selain itu, Pemkot Banjarbaru memastikan dukungan terhadap guru agama akan terus menjadi perhatian, seiring upaya membangun generasi berkarakter dan religius di Kota Banjarbaru.
“Mudah-mudahan kedepannya Pemkot Banjarbaru bisa meningkatkan kembali tentunya dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. InsyaAllah akan tetap kami perjuangan untuk guru agama di Banjarbaru,” tandasnya.



