REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Persoalan sampah yang kerap menjadi beban lingkungan justru diubah menjadi solusi sosial oleh Kelurahan Guntung Paikat.
Melalui program GAPAI BERKAH (Guntung Paikat Bersedekah Sampah), limbah rumah tangga kini tidak hanya berkurang, tetapi berkontribusi langsung membantu warga kurang mampu hingga mengembalikan harapan pendidikan bagi anak putus sekolah.

Program yang diinisiasi Ketua TP PKK Kelurahan Guntung Paikat, Winda Sari, ini mendorong masyarakat untuk memilah sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas sejak dari rumah.
Hasil pengelolaan sampah tersebut kemudian dikonversi menjadi bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan.
Winda Sari menegaskan, program tersebut tidak sekadar soal kebersihan lingkungan, tetapi juga perubahan cara pandang masyarakat terhadap sampah.

“Kami ingin masyarakat tidak lagi melihat sampah hanya sebagai limbah, tetapi sebagai sumber kebaikan. Dengan memilah sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas sejak dari rumah, warga sebenarnya sedang menabung berkah untuk membantu tetangganya yang membutuhkan,” ujar Winda Sari, Sabtu (02/05/2026).
“Inilah esensi dari ‘Sampah Jadi Berkah’. Hasil penjualan sampah yang dikumpulkan para kader, pegawai kelurahan serta oleh warga ini akhirnya bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh mereka yang membutuhkan, bahkan membantu seorang anak untuk kembali mengejar cita-citanya,” sambungnya.
Inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari Lurah Guntung Paikat, Reza Pahlevi.
Menurutnya, GAPAI BERKAH menjadi penguat program inovasi kelurahan yang telah berjalan sebelumnya, sekaligus menjadi solusi cepat untuk membantu masyarakat dalam kondisi mendesak.
Dampak nyata program itu terlihat ketika pihak kelurahan menerima laporan mengenai seorang anak yang putus sekolah karena harus membantu orang tuanya berjualan kerupuk keliling.
Melalui pendekatan persuasif, Lurah bersama pihak terkait berhasil membangun kembali semangat anak tersebut untuk kembali mengenyam pendidikan.
“Alhamdulillah, melalui diskusi yang hangat, anak memiliki kemauan kuat untuk sekolah lagi dan orang tuanya sangat mendukung. Kami langsung dampingi proses administrasinya ke sekolah,” ungkap Reza.
Kolaborasi pun dilakukan dengan memanfaatkan dana dari program GAPAI BERKAH.
Bantuan sembako disalurkan kepada keluarga tersebut, sementara Lurah turut memberikan perlengkapan sekolah secara pribadi guna mendukung kebutuhan anak saat kembali belajar.



