REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Tim kesehatan hewan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru memastikan seluruh hewan kurban di Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
Pemeriksaan dilakukan saat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah melalui pengecekan sebelum penyembelihan (antemortem) hingga sesudah pemotongan (postmortem), termasuk pemeriksaan organ dalam hewan kurban.

Dokter spesialis pemeriksaan kesehatan hewan DKP3 Banjarbaru, drh. Umi Hasanah mengatakan, hasil pemeriksaan di lokasi tidak menemukan indikasi penyakit maupun cacing hati pada hewan kurban.
“Di Masjid Agung Al-Munawwarah, dari sapi yang kita periksa semua dalam kondisi sehat. Dari kondisi umumnya oke, tidak ada cacing hati yang ditemukan di hatinya. Semuanya sehat, baik saat sebelum pemotongan sampai setelah pemotongan pun, alhamdulillah,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (28/5/26).
Ia menjelaskan, pemeriksaan pascapemotongan difokuskan pada bagian organ dalam untuk memastikan tidak ada infeksi parasit yang membahayakan.
“Tergantung banyaknya cacing, kalau cuma hanya di satu titik kita bisa potong, ada cacing kemudian bisa dibuang, untuk bagian lainnya masih bisa dikonsumsi,” terangnya.
“Tapi sudah semua hatinya kena harus dibuang bagian hatinya, untuk bagian dagingnya masih bisa dikonsumsi. Juga daging sapi lebih amannya dimasak matang,” sambungnya.
Pada Iduladha tahun ini, panitia Masjid Agung Al-Munawwarah menyembelih sebanyak 5 ekor hewan kurban yang terdiri dari empat sapi dan satu kambing.
Daging kurban tersebut dibagikan kepada masyarakat dengan 600 kupon yang disalurkan untuk warga sekitar, jemaah aktif masjid, serta peserta kurban.
Bendahara Badan Pengelola Masjid (BPM) Agung Al-Munawwarah, Manroni mengakui jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
“Terus terang memang ada penurunan jumlahnya dibanding tahun-tahun sebelumnya karena kita sendiri tidak menarget jemaah harus berapa jumlah sapi. Kami menerima dari warga Banjarbaru, tidak hanya sekitar lingkungan masjid tapi ada yang jauh dari Landasan Ulin maupun kelurahan lain yang sering salat di sini,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan hasil pemeriksaan kesehatan hewan kurban di Masjid Agung Al-Munawwarah selama ini selalu aman dikonsumsi bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, beberapa tahun sebelumnya hasilnya selalu negatif (dari penyakit/parasit) dan bagus untuk dikonsumsi,” katanya.
Selain fokus pada kesehatan hewan, panitia kurban tahun ini juga katanya kembali menerapkan konsep ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban.
Bahkan, panitia mendapat bantuan 460 bakul purun dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru yang dipadukan dengan penggunaan kantong kain atau goodybag.
“Tahun ini kita Alhamdulillah dibantu oleh Dinas Lingkungan Kota Banjar Baru sebanyak 460 buah bakul kami tambah juga dengan beberapa buah goody bag,” tuntasnya.



