REDAKSI8.COM – Bukan main, kenaikan harga gula pasir di pasaran, tidak lagi diangka normal. Tingginya harga gula saat ini, sudah mencapai angka Rp.17 ribu per kilogram bahkan diduga akan terus naik.
Dimana pada bulan sebelumnya, harga gula di seluruh belahan Kabupaten/ Kota di Indonesia berkisar, dari Rp.12 ribu hingga Rp.12 ribu 5 ratus.
Hal ini dibenarkan oleh pedagang sembako di Pasar Bauntung Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Herlina. Ia mengatakan, harga gula di tempatnya sudah mencapai Rp. 17 ribu per kilogram. Sementara sekarungnya, harga gula kurang lebih Rp. 800 ribu, sesuai dengan merk gula pasirnya.
“Ini sih karena pasokan kurang memenuhi. Sementara, permintaan sangat banyak. Apalagi mendekati bulan suci Ramadhan, saya berharap harganya bisa kembali normal,” ungkap Herlina.
Menurutnya, ada kemungkinan fenomena kenaikan harga gula pasir ini dipengaruhi oleh viruas corona, yang mengecam seluruh roda perekonomian di Asia Tenggara, bahkan dunia.
Apalagi sambungnya, biasanya pemerintah segera melakukan antisipasi, dengan melakukan impor jika pasokan bahan baku di dalam negeri sedang kosong.

“Saat ini harga yang tengah berkecamuk di pasaran kan gula pasir. Kalau pemerintah belum berani impor, maka yang terjadi seperti yang kita alami sekarang,” ujarnya.
Panen tebu sendiri lebih jauh, akan panen di setiap bulan Mei dan Juni. Pada bulan-bulan itulah, biasanya harga gula berada dikisaran Rp.12 ribu sampai Rp.12 ribu 5 ratus.
“Tapi kemarin saya sudah liat di televisi, pemeritah coba antisipasi kenaikan harga gula. Nah, berarti ada respon dari pemerintah. Tinggal kita tunggu saja perkembangan dan upayanya seperti apa,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, Abdul Basid menjelaskan, dari hasil pemeriksaan di beberapa lokasi pasar di Kota Banjarbaru, persoalan harga gula pasir memang berada di luar yang selama ini berlaku. Dimana harga gula pasir sekitar Rp. 18 ribu hingga Rp. 20 ribu per kilogram.
Namun lanjutnya, permasalahan tersebut bukan hanya di Kota Banjarbaru saja, tapi sudah menjadi konsumsi publik se Indonesia.

“Kemarin kita sudah melaksanakan rapat kerja teknis yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, bersama para stakeholder dan instasi terkait lainnya. Pada rapat itu, memang saat ini stok gula dari perusahaan-perusahan besar di pulau jawa, secara Nasional tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat,” terangnya kepada Redaksi8.com, Rabu (11/3).
“Memang stok gula di Kalsel terbatas, diperkirakan bisa bertahan dalam beberapa minggu saja lagi. Itulah yang membuat harganya melambung tinggi,” sambungnya.
Dari hasil rapat ungkapnya, langkah kongkrit yang diambil oleh pihak Kementerian perdagangan dalam waktu dekat, akan mengimpor gula pasir di beberapa negara, salah satunya ialah dari Vietnam.
“Semoga dua minggu ke depan, permasalahan bahan pokok ini bisa segera diatasi. Kami pemerintah mengupayakan, harga gula pasir sebelum bulan suci Ramadhan bisa kembali normal seperti biasa,” pungkasnya.



