REDAKSI8.COM, BANJAR – Terakit dengan walkoutnya Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Banjar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan antara Komisi II dan komisi IV DPRD Kabupaten Banjar yang lalu, H Muhammad Iqbal menyayangkan tindakan tersebut.
Rapat yang membahas terkait penanganan stunting tersebut pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Banjar tidak mampu memberikan penjelasan terkait dengan penggunaan anggaran.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, H Muhammad Iqbal yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat gabungan tersebut mengaku kecewa dan prihatin atas sikap Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kabupaten Banjar, Dian Marliana.
Menurut H Ibank panggilan akrab H Muhammad Iqbal, Kamis (30/5/2024) bahwa Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengelolaan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banjar adalah salah satu dinas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan mengurusi masyarakat yang kurang mampu.
Dalam percepatan penurunan stunting, H Ibank berharap agar berpartisipasi, tetapi harus aktif jemput bola, yakni mendatangi rumah-rumah warga tidak hanya menunggu laporan untuk pencegahan dan penanganan stunting yang naik.



