REDAKSI8.COM – Bupati Banjar, H. Khalillurrahman menegaskan tidak akan maju kembali dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Banjar Tahun 2020. Hal ini disampaikannya pasca Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar, Senin sore (12/8).
Saat menjelaskan mengenai dana hibah yang dianggarkan Pemkab Banjar tahun 2020 untuk pelaksanaan Pilkada, Guru Khalil mengatakan tidak akan lagi mencalonkan diri sebagai Bupati Banjar
“Saya tidak bersedia lagi mencalonkan diri jadi Bupati Banjar periode mendatang. Jadi silahkan siapa pun boleh mencalonkan diri,” ungkapnya.
Sontak hal ini membuat peserta Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar langsung memberikan tepuk tangan meriah atas pernyataan Bupati Banjar ini.
Usai Rapat Paripurna, Guru Khalil menegaskan kembali, bahwa dirinya memang benar-benar tidak ingin lagi mencalonkan diri sebagai Bupati Banjarjar pada periode 2020 -2024.
“Saya menyatakan diri tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai Bupati Banjar. Untuk selanjutnya diserahkan saja pada orang politik. Politik tu dinamis, tak ada musuh selamanya atau kawan selamanya. Jadi kita buka peluang bagi siapa saja yang mau mencalon,” tutur Guru Khalil kepada awak media.
Keputusan Guru Khalil untuk tidak mencalonkan lagi pada Pilkada mendatang dianggap wajar oleh Ketua DPRD Kabupaten Banjar, H. Rusli.
“Wajar saja beliau menyampaikan hal ini di dalam rapat paripurna. Beliau sebagai Incumbent mempersilahkan yang lain membuka kesempatan pada yang lain untuk mencalonkan diri,” tanggap H Rusli.
Ia juga mengucapkan terima kasih pada kepemimpinan Guru Khalil yang cenderung menampilkan sisi kereligiusan kepada pemerintahan Kabupaten Banjar
“Kita mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan beliau sebagai figure Ulama, doa masyarakat untuk memiliki pemimpin dari kalangan tokoh agama sudah terkabul. Tinggal sisa 1 tahun lagi program ke depan untuk membangun Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah bias tercapai,” ucap H. Rusli.
Mengenai potensi kadernya untuk meraih kursi sebagai Bupati Banjar periode mendatang, pria yang menjabat pula sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar itu masih menunggu usulan dari DPD Partai Golkar Kalsel.
“Kita belum ada calon, menunggu hasil petunjuk provinsi, kan ada jenjangnya. Jadi kita akan lihat siapa yang diusulkan oleh provinsi, apakah kader kita atau dari luar. Yang pasti seseorang punya potensi yang bagus sebagai calon Bupati Banjar ada 3 faktor, yaitu orang yang punya kedekatan dengan ulama, punya kedekatan dengan tokoh masyarakat dan dekat dengan masyarakat sendiri,” pungkas H. Rusli.


