REDAKSI8.COM – Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Abdul Basid serta Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Banjarbaru M Zaini ikuti Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 melalui Video Conference, dengan Agenda Pengendalian Covid 19, Penanganan Banjir, Distribusi LPG 3 Kg dan hal-hal lainnya yang di anggap penting, di Ruang Command Center Balai Kota Banjarbaru, Kamis (4/3).
Pj Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal saat Rakor menyampaikan kepada para Kepala Daerah agar desa-desa yang daerahnya masuk zona merah harus dilakukam testing.

Jika terdapat orang yang positif bagiinya bisa dilakukan karantina di wilayahnya saja dan diawasi oleh warga yang ada sekitarnya.
“Selain dari itu penting juga kita untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang covid-19, serta cara pencegahannya dan juga cara menanganinya,” Ujar Safrizal.
Safrizal juga menginstruksikan pelaksana untuk skrining tes terhadap penularan Covid 19 di Kalsel.
“Saya telah instruksikan skrining test di seluruh Kabupaten/Kota karena fatality rate Kalsel masih cukup tinggi sebesar 3,3 persen, dan ini masih cukup tinggi dibandingkan tingkat nasional,” paparnya.
“Yang perlu diperhatikan adalah selalu lakukan deteksi dini dengan skrining test, jangan sampai sudah masuk rumah sakit baru diketahui tertular Covid,” sambungnya.
Terkait masalah Banjir yang terjadi di Kalimantan Selatan yang banyak menimbulkan dampak negatif dan kerugian di bagian fasilitas dan infrastruktur, perkebunan, peternakan, pertanian, kehutanan maupun perikanan. Diperlukan penanganan yang cepat dan bermanfaat untuk jangka panjang.



