REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh 5,6746 persen secara year on year (yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,6196 persen (yoy).
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalsel menjelaskan dalam unggahan media sosial resminya, pertumbuhan ekonomi daerah ditopang sejumlah sektor unggulan, terutama pertambangan dan industri pengolahan.

“Dari sisi Lapangan Usaha (LU), pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan didorong oleh peningkatan LU Pertambangan akibat perbaikan harga batu bara global dan LU Industri pengolahan akibat peningkatan harga minyak nabati sebagai subtitusi komoditas minyak,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Fadjar Majardi, di Banjarmasin, Rabu (13/5/26).
Selain sektor usaha, peningkatan konsumsi rumah tangga juga menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan 1 2026.
Dimana momentum libur nasional dan hari besar keagamaan disebut turut meningkatkan aktivitas masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan didorong oleh pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga seiring dengan peningkatan mobilitas dan kegiatan rekreasi masyarakat pada konsolidasi berbagai seasonal drivers seperti Tahun Baru, Imlek, Ramadan hingga Idulfitri,” jelasnya.
Bank Indonesia Kalsel menegaskan, pihaknya akan terus memperkuat kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan untuk menjaga tren pertumbuhan ekonomi daerah agar tetap positif.
“Ke depan, Bank Indonesia Kalsel terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Pemprov Kalsel untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalsel yang tumbuh tinggi, inklusif, dan berkelanjutan,” tuntasnya.



