REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Sebagai langkah awal kontribusi nyata untuk ketahanan pangan nasional, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) meluncurkan sebuah gagasan mendukung penghijauan produktif, yakni menanam ribuan bibit pohon kopi di lingkungan kampus.
Penanaman itu dilaksanakan secara simbolis di halaman Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) ULM, dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-67 Kampus ULM, Minggu (21/9/2025) pagi.


Menurut Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. Ahmad Alim Bachri, pangan mesti berdaulat.
Sebab, merujuk pada kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kemandirian pangan di seluruh daerah, ketahanan pangan nasional di setiap daerah mesti dilaksanakan secara mandiri.
Langkah nyata itu perlahan diimplementasikan oleh kampus tertua di Kalimantan Selatan ULM, dengan menanam tanaman produktif (bibit kopi<-red) di setiap ruang kosong di ULM.
“Saya sampaikan kepada Prof. Idy, Pak Dekan (FPIK<-red), dan seluruh pimpinan, agar ruang kosong di kampus Banjarbaru dihijaukan dengan tanaman produktif,” katanya.

Pun, hal itu kata Prof. Ahmad sejalan dengan program kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru yang ingin membangun kota sehat dan hijau, tanaman kopi baginya sebuah pilihan yang tepat.
“Kalau kita hitung, ada sepuluh ribu pohon yang bisa ditanam. Satu pohon di tahun kedua bisa menghasilkan 2,5 kilogram kopi,” pikirnya.
Dari perhitungannya, sepuluh ribu pohon kopi bisa menghasilkan sekitar 25 ribu kilogram biji kopi per tahun.
“Dengan harga rata-rata Rp80 ribu per kilogram, potensi pemasukan bisa mencapai Rp2 miliar per tahun,” rincinya.
Dia beranggapan, program itu tidak hanya soal bisnis, melainkan untuk pendidikan, dengan menggunakan sistem satu mahasiswa satu pohon kopi.
“Jadi mahasiswa belajar merawat dan mencintai pertanian,” ucapnya.
Dirinya meyakini Kopi Robusta menjadi komoditi yang tepat di tanam di lingkungan kampus ULM.
Secara, kondisi geografis Kalimantan Selatan yang berada di atas 600 meter dari permukaan laut (DPL) sangat mendukung tumbuh kembang pohon kopi robusta.
Dari pada bergantung pada pasokan luar daerah, lebih jauh kepada Redaksi8.com, ULM ingin berkontribusi memenuhi kebutuhan kopi lokal sendiri.
“Pasar kopi terbuka luas, bahkan sampai ke Timur Tengah. Teman-teman saya di Kementerian Perdagangan terus menanyakan pasokan kopi untuk ekspor. Jadi peluangnya besar sekali,” ungkapnya.
Diketahui, rencananya ULM akan menanam puluhan ribu bibit pohon Kopi Robusta di setiap ruang kosong kampus secara bertahap.

Selanjutnya, Dekan FPIK Untung Bijaksana turut menegaskan, semangat Dies Natalis tahun ini diarahkan untuk sebuah karya nyata, satu diantaranya menanam ribuan pohon kopi.
“Setiap fakultas melihat celah ruang kosong untuk ditanami,” lugasnya.
Kenapa Kopi Robusta? menurutnya, perawatan Kopi Robusta lebih mudah. Hanya butuh waktu 8 bulan, pohon Kopi Robusta sudah mulai ditumbuhi bunga.
Pun, program itu sejalan dengan upaya kampus ULM mencari sumber pendanaan alternatif.
“Selama ini uang kuliah tunggal (UKT) tidak pernah naik, bahkan ada harapan agar bisa diturunkan. Jadi kampus perlu usaha-usaha produktif, termasuk dari kopi ini, nantinya,” imbuhnya.
Kemudian, untuk hasil dari panen kopi itu kedepannya akan dimanfaatkan pihaknya secara internal.
“Kafe-kafe di dalam kampus bisa menggunakan kopi hasil kebun sendiri. Kita harapkan BEM dan HIMA juga ikut mengelola,” tutupnya.
Selain penanaman bibit Kopi, pada puncak acara Dies Natalis ke-67 Kampus ULM juga diisi dengan serangkaian acara seperti fun walk, bazar, fun run, lomba senam dan cek kesehatan gratis.




