REDAKSI8.COM – Pasca ledakan yang diduga akibat bom bunuh diri di Markas Polrestabes, Medan di Jalan HM Said, Medan, Sumatra Utara, pada Rabu pagi (13/11), membuat seluruh pihak kepolisian di seluruh Indonesia meningkatkan pengawasan di markas masing-masing.
Seperti yang dilakukan di Mapolres Banjarbaru. Petugas Kepolisian Resor Banjarbaru meningkatkan kewaspadaan dan penjagaan di semua sudut, baik melalui CCTV maupun di lapangan.
Menurut Kasubbag Humas Polres Banjarbaru, AKP Siti Rohayati, berdasarkan atensi secara lisan oleh Kapolda Provinsi Kalimantan Selatan, pihaknya diminta melakukan peningkatan kewaspadaan penjagaan terhadap Markas Polres.

“Begitu juga dengan rumah dinas serta asrama kepolisian kami lakukan peningkatan patroli,” ungkapnya kepada Redaksi8.com.
“Sebenarnya kita selalu melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang meminta pelayanan ke tempat kita. Kali ini sedikit ditambah saja keamanannya,” sambungnya.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Banjarbaru, bagi siapa saja yang melihat sesuatu hal mencurigakan agar segera menginformasikan atau melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat.

“Masyarakat bisa juga melaporkannya melalui aplikasi SIHARAT,” sarannya.
Dugaan bom bunuh diri terjadi saat masyarakat Kota Medan tengah mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), sebagai salah satu syarat untuk mengikuti rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil di sejumlah Kementerian, Lembaga dan Pemerintah Daerah.
Selanjutnya, berdasarkan pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, terdapat enam orang yang menjadi korban peristiwan bom bunuh diri yang terjadi pada pukul 08.45 WIB tersebut. Diantaranya 4 orang polisi, satu orang pekerja harian lepas (PHL) dan satu orang masyarakat.



