REDAKSI8.COM, HULU SUNGAI UTARA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di Gedung Agung Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (27/6/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir. Pada kesempatan yang sama, DPN TMI juga melantik kepengurusan DPD TMI Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi hingga ke tingkat daerah.


Momentum pelantikan ini menjadi langkah penting bagi Tani Merdeka Indonesia dalam memperluas peran organisasi sebagai mitra petani sekaligus mendukung pembangunan sektor pertanian di Kalimantan Selatan.
Ketua DPD TMI Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Qut Nandra Willi Yanti, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin organisasi selama lima tahun ke depan. Ia menegaskan, kepengurusan yang baru akan fokus menjalankan program kerja yang menyentuh kebutuhan petani serta memperkuat keberadaan TMI di Bumi Murakata.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi petani saat ini semakin beragam, mulai dari peningkatan produktivitas, akses terhadap teknologi pertanian, hingga pemasaran hasil panen. Karena itu, TMI berkomitmen hadir sebagai organisasi yang mampu memberikan pendampingan nyata kepada para petani.
“Kami siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Ke depan, kami akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta berbagai pihak lainnya agar program-program TMI benar-benar memberikan manfaat bagi petani di Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi yang terjalin nantinya mampu mendorong peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian daerah.
Sementara itu, Ketua Umum DPN TMI, Don Muzakir, menegaskan bahwa seluruh pengurus yang baru dilantik memiliki tanggung jawab besar untuk menghidupkan organisasi dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan petani.
Ia berharap setiap DPD mampu bekerja secara aktif, solid, dan profesional dalam menjalankan program-program organisasi, sehingga keberadaan TMI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya kalangan petani.
“TMI hadir sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas petani, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Don.
Menurutnya, pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama antara organisasi petani, pemerintah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat agar berbagai persoalan pertanian dapat diatasi secara bersama.
Karena itu, Don mengajak seluruh pengurus DPD TMI yang baru dilantik untuk menjaga kekompakan, menjalankan roda organisasi secara profesional, serta selalu mengutamakan kepentingan petani dalam setiap kegiatan dan program kerja.
Semoga DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Hulu Sungai Tengah periode 2025–2030 mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya mewujudkan kesejahteraan petani di Bumi Murakata,” pungkasnya.
Dengan pelantikan tersebut, DPD TMI HST diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di daerah melalui berbagai program pemberdayaan, peningkatan kapasitas petani, serta penguatan kolaborasi lintas sektor demi mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.



