REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melaksanakan kegiatan tanam padi perdana di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang berlokasi di Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Selasa (4/11/2025).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendorong peningkatan produksi pangan nasional, khususnya melalui pemanfaatan potensi lahan rawa yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita, Kepala BBPP, Kepala BRMP, Camat Beruntung Baru, Koordinator Balai, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Beruntung Baru, KJF Distan Banjar, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa Tambak Padi, serta anggota Kelompok Tani Brigade Pangan.
Kepala Distan Kabupaten Banjar, Warsita, dalam sambutannya menjelaskan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi padi di Kalimantan Selatan. Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen penuh dalam upaya memperkuat ketahanan pangan melalui program optimalisasi lahan dan CSR (Cetak Sawah Rakyat) seperti yang dilaksanakan hari ini.
Ia mengungkapkan, melalui program tersebut telah terbuka lahan sawah baru seluas 2.791,97 hektare yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni Tatah Makmur, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, Martapura Barat, Astambul, Cintapuri Darussalam, dan Simpang Empat.
“Pelaksanaan cetak sawah dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembersihan lahan dari semak belukar, kemudian perataan tanah agar permukaannya ideal, pembangunan pematang atau galengan, hingga penyediaan infrastruktur irigasi. Semua ini dilakukan demi menciptakan sistem pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan,” jelas Warsita.
Sementara itu, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peran generasi muda atau petani milenial dalam menjaga keberlanjutan program CSR. Menurutnya, inovasi teknologi pertanian harus berjalan seiring dengan semangat dan kreativitas anak muda agar dunia pertanian tetap adaptif terhadap tantangan zaman.
“Keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan bukan hanya pencapaian pemerintah, tetapi hasil kerja bersama seluruh pihah, terutama petani yang menjadi garda terdepan. Kolaborasi antara inovasi pertanian modern dan semangat petani milenial merupakan kunci menuju swasembada pangan dan masa depan pertanian Indonesia yang lebih tangguh,” tegas Idha.
Kegiatan tanam padi perdana di Desa Tambak Padi ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengelola lahan rawa menjadi lahan produktif. Pemerintah Kabupaten Banjar menargetkan, dengan dukungan berbagai pihak, wilayah ini akan tumbuh menjadi salah satu lumbung pangan baru di Kalimantan Selatan.
Gunakan Konsep Living Lab di Ibu Kota Nusantara, Mahasiswa ULM Resmi Dilepas Ikuti KKN Bersama KUC-BSN
REDAKSI8.COM, NASIONAL – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) secara resmi mengirimkan delegasi mahasiswanya untuk berpartisipasi dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)...



