REDAKSI8.COM, BANJAR – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi pangan lokal menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Olahan Bahan Pangan Berbasis Bahan Lokal Tahun 2026 yang dilaksanakan di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar.

Kegiatan ini dihadiri Kepala DKPP Kabupaten Banjar yang diwakili Kepala Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Alfian Noor, SE.

Desa Sungai Batang menjadi salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan pangan lokal. Desa ini merupakan bagian dari Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) sekaligus kawasan agrominapolitan, dengan sejumlah produk unggulan seperti padi, ikan patin, ikan sepat kering dan labu kuning atau waluh.

Dalam kegiatan tersebut, labu kuning menjadi salah satu bahan pangan lokal yang mendapat perhatian. Selama ini, waluh lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan sayuran atau dijual dalam bentuk segar.



Melalui bimtek, masyarakat didorong untuk mengembangkan waluh menjadi berbagai produk makanan olahan yang lebih variatif, menarik dan memiliki peluang untuk dipasarkan.

Pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya menjual hasil pertanian dalam bentuk mentah, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk pangan yang mempunyai nilai jual lebih tinggi,” ujar Alfian.

Sebanyak 15 peserta mengikuti kegiatan bimtek tersebut. Mereka berasal dari unsur kader PKK, kader Posyandu serta pelaku usaha di Desa Sungai Batang.

Selain mendapatkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan pangan, peserta juga menerima bantuan peralatan penunjang kegiatan. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Alfian Noor kepada peserta yang diwakili Ketua PKK Desa Sungai Batang, Sri Rezeki.



Kepala Desa Sungai Batang, Suladi, menyambut baik pelaksanaan bimtek tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang selama ini tersedia di desa agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.

“Potensi pangan lokal di Desa Sungai Batang cukup banyak. Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin terampil mengolah bahan pangan lokal, khususnya waluh, sehingga bisa menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Suladi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada tahap pelatihan, tetapi juga diarahkan pada pengembangan produk, kemasan, pemasaran hingga pemasaran secara lebih luas.

Dengan demikian, potensi pangan lokal Desa Sungai Batang tidak hanya menjadi konsumsi rumah tangga, tetapi juga dapat berkembang menjadi produk usaha masyarakat yang mampu menggerakkan perekonomian desa.