REDAKSI8.COM – Proyek revitalisasi kawasan Sekumpul tahap satu dengan lokasi Sekumpul Depan dari Masjid Siyarus Sholihin sampai jembatan irigasi Sekumpul dengan nilai kontrak Rp. 30.591.049.490 kini mengalami kerusakan pada bagian pedestrian dan difabel di beberapa titik.
Seperti yang disampaikan oleh PPK PKP Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan Noor Dewi Sari bahwa rusaknya bagian pedestrian proyek revitalisasi kawasan Sekumpul karena padatnya aktivitas di kawasan proyek tersebut.

“Karena aktivitas warga di Sekumpul di sisi kiri dan kanan jalan itu tinggi karena ada perkantoran, ada toko dan rumah sakit, maka paving mengalami kerusakan akibat lewatnya kendaraan roda empat terutama yang melebihi tonase yang di syaratkan, itu yang mengakibatkan pedestrian kita mengalami kerusakan,” tuturnya
Menurut Noor Dewi Sari, bahwa kerusakan paving tersebut ada di beberapa titik saja dan berdasarkan dari hasil pengamatan di lapangan. “Kami sudah melakukan identifikasi, tidak semua pedestrian mengalami semua itu, jadi hanya spot spot yang aktivitas tinggi,” ungkapnya
Secara perencana, menurut Noor Dewi Sari bahwa ia sebagai pengawas memastikan bahwa proyek tersebut sesuai dengan perencanaan yang dibuat dan yang disampaikan kepada kami, perencanaan tersebut sesuai dengan kontrak.
“Semestinya pedestrian itu diperuntukan untuk pejalan kaki, makanya dari perencana sudah meletakkan beberapa bulat di beberapa titik di pedestrian, namun tonasenya melebihi yang mengakibatkan paving rusak. Padahal paving yang dipakai adalah K 400,” tambahnya.

Menanggapi tudingan yang disampaikan oleh pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Selatan adalah bahwa titik yang rusak salah satunya adalah depan Rumah Sakit yakni Rumah Sakit Pelita Insani (RSPI) maka pihak Rumah Sakit Pelita Insani memberikan tanggapan.
Direktur RS Pelita Insani dr Gabriel Taufik Basri mengatakan bahwa kami dari pihak rumah sakit kurang mengerti bagaimana kriteria kenapa dikatakan sebagai penyebab kerusakan pada pedestrian revitalisasi kawasan Sekumpul.
“Kita kurang mengerti terkait kriteria atau penilaian dari pihak yang mengatakan bahwa sebagai salah satu penyebab rusaknya pedestrian itu, dan mungkin tanyakan kepada pihak yang mengatakan bagaimana cara menilainya,” tuturnya
Sebelumnya, pihak rumah sakit sangat berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah melakukan revitalisasi kawasan Sekumpul menjadikan kawasan Sekumpul lebih baik lagi.
“Terkait di Sekumpul ini aktivitas relatif agak tinggi, menurut saya benar saja, mungkin saja karena ada beberapa hal, yakni merupakan jalan utama menuju daerah bagian timur seperti bincau dan sebagainya,” tambahnya
Menurut Gabriel, perlu kita ketahui, akses jalan Sekumpul ini banyak ada terdapat masjid, banyak rumah makan, toko dan sebagainya, itu merupakan saran yang sudah ada sebelum dilakukannya revitasliasi kawasan Sekumpul.
Adapun terkait salah satu titik yang rusak adalah depan rumah sakit yakni rumah sakit Pelita Insani, Ia menjelaskan bahwa sebagai ruang sakit, yang merupakan sarana pelayanan publik dibidang kesehatan dengan aktivitas tinggi pihaknya tidak memungkiri.
“Tetapi, tentunya yang perlu diketahui bahwa rumah sakit ini berdiri sekitar 9 tahun yang lalu, dan sebelum pembangunan aktivitas emang tinggi dan hanya 2 tahun terakhir ini saja aktivitas sangat rendah karena wabah covid-19 telah melanda,” ucapnya



