REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Petugas gabungan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Banjarbaru melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapak penjual durian di sepanjang Jalan PM Noor, Kelurahan Sungai Ulin pada Sabtu (13/12/25) sore.
Kegiatan itu dilakukan untuk memastikan aktivitas jual beli tidak mengganggu kelancaran lalu lintas satu arah (one way) yang telah diberlakukan.

Kepala Dishub Kota Banjarbaru, Muhammad Mirhansyah mengatakan, target sasaran adalah lapak pedagang yang mulai memanfaatkan bahu jalan hingga ruang milik jalan.
“Kita berikan imbauan kepada para pedagang durian yang mulai hari ini saya perhatikan mulai mengisi lapaknya di pinggir Jalan PM Noor Kelurahan Sungai Ulin,” ujarnya.
“Kita tidak menghalangi mereka berjualan, tapi tolong jaga keselamatan lalu lintas bersama, jaga ketertiban,” sambungnya.
Dalam sidak tersebut, Ia menegaskan, agar para pedagang tidak mendirikan lapak terlalu dekat dengan badan jalan, termasuk di atas selokan.
“Memang ada beberapa yang berjualan posisinya berada persis di ruang milik jalan. Seperti ini yang ada di atas parit atau selokan,” katanya.
Selain lapak, pihaknya juga menyoroti kendaraan pembeli yang parkirnya sembarangan di bahu jalan guna mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan terjadi.
Pedagang pun diminta menyiapkan atau mengarahkan pembeli ke area parkir khusus.
“Jadi jangan sampai orangnya stop di pinggir jalan, tapi silahkan dia parkir dulu, cari tempat parkirnya baru membeli durian. Itu yang terpenting,” jelasnya.
Imbauan itu sekaligus untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas menjelang kegiatan rutin Malam Senin 5 Rajab di Sekumpul, mengingat Jalan PM Noor menjadi jalur utama jemaah serta lintasan angkutan barang dari arah Hulu Sungai melalui Tol Mali-mali menuju Sungai Ulin.
Namun, tampak di lapangan sebagian pedagang terlihat mematuhi arahan petugas, meski masih ditemukan lapak kaki lima yang perlu penyesuaian.
Sementara itu, salah satu pedagang di Jalan PM Noor, Kelurahan Sungai Ulin, Fahrurazi menyatakan, dukungannya terhadap penertiban tersebut.
“Pertama untuk 5 Rajab, kedua untuk kenyamanan para pelanggan yang berbelanja di tempat kita. Jadi kita sama-sama menjaga ketertiban itu harapan kami, yang belanja nyaman, yang jualan nyaman, yang memakai jalan pun nyaman,” tuturnya.
Ia juga mengaku, siap menyesuaikan posisi lapak dan mengarahkan pembeli ke area parkir yang tersedia.
“Di arahkan biasanya ada tukang parkirnya, cuma lantaran belum musim, jadi tukang parkirnya nggak ada. Jadi sambil berbenah sambil berjualan,” ungkapnya.
Fahrurazi berharap, imbauan serupa disampaikan merata oleh petugas kepada seluruh pedagang di sepanjang ruas jalan tersebut.
“Insya Allah H-3 5 Rajab kita pasti libur. Dan kita bikin lapak ini sudah sesuai arahan, di belakang got,” tutupnya.



