REDAKSI8.COM, BANJAR – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat komitmennya dalam membangun dunia pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan. Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, kegiatan Sosialisasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Jenjang PAUD, PNF, SD dan SMP Tahun 2025 digelar di Aula KH. Kasyful Anwar, Selasa (10/9/2025).
Sosialisasi ini melibatkan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari 3 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 1 PAUD, 6 TK, 8 SD hingga 6 SMP, yang merupakan bagian penting dalam ekosistem pendidikan di Kabupaten Banjar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, namun juga upaya menyeluruh dalam meningkatkan mutu pembelajaran, kualitas guru, dan lingkungan belajar yang mendukung.
“Revitalisasi mencakup perbaikan infrastruktur, pengembangan sarana dan prasarana, serta digitalisasi pembelajaran. Tujuan utamanya adalah menciptakan sekolah yang nyaman, modern, dan mampu mencetak generasi masa depan yang unggul,” ujar Liana Penny.
Materi utama disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Mahriansyah, yang membawakan tema “Program Revitalisasi 2025: Sinergi Pemerintah, Sekolah, dan Masyarakat demi Generasi Emas Indonesia.”
Dalam paparannya, Mahriansyah menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merealisasikan satuan pendidikan yang layak dan bermutu tinggi.
“Revitalisasi bukan hanya soal bangunan, tapi tentang bagaimana sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendorong proses belajar mengajar yang optimal. Sekolah diberi mandat sebagai pelaksana langsung pembangunan, sehingga kualitas pendidikan bisa meningkat merata,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa program ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing SDM, sekaligus mengoptimalkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyambut pelaksanaan program revitalisasi di tahun 2025, yang diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh menuju sistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sosialisasi ini melibatkan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari 3 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 1 PAUD, 6 TK, 8 SD hingga 6 SMP, yang merupakan bagian penting dalam ekosistem pendidikan di Kabupaten Banjar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, namun juga upaya menyeluruh dalam meningkatkan mutu pembelajaran, kualitas guru, dan lingkungan belajar yang mendukung.
“Revitalisasi mencakup perbaikan infrastruktur, pengembangan sarana dan prasarana, serta digitalisasi pembelajaran. Tujuan utamanya adalah menciptakan sekolah yang nyaman, modern, dan mampu mencetak generasi masa depan yang unggul,” ujar Liana Penny.
Materi utama disampaikan oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Mahriansyah, yang membawakan tema “Program Revitalisasi 2025: Sinergi Pemerintah, Sekolah, dan Masyarakat demi Generasi Emas Indonesia.”
Dalam paparannya, Mahriansyah menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merealisasikan satuan pendidikan yang layak dan bermutu tinggi.
“Revitalisasi bukan hanya soal bangunan, tapi tentang bagaimana sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendorong proses belajar mengajar yang optimal. Sekolah diberi mandat sebagai pelaksana langsung pembangunan, sehingga kualitas pendidikan bisa meningkat merata,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa program ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing SDM, sekaligus mengoptimalkan teknologi dalam proses pembelajaran.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyambut pelaksanaan program revitalisasi di tahun 2025, yang diharapkan dapat menjadi fondasi kokoh menuju sistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.



