REDAKSI8.COM – Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, H Said Abdullah didampingi Kepala Dinas Perkim Muriani ST dan juga Kepala Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru Fadhilulrahman mendampingi kunjungan kerja Direktur Rumah Khusus Kementerian PUPR, Yusniewati di Perumahan Disabilitas Netra Kota Banjarbaru di Jalan Trikora Banjarbaru, Senin (1/3).
pasca peninjauan, Direktur Rumah Khusus Kementrian PUPR, Yusniewati mengatakan bahwa pihaknya mengunjungi beberapa pekerjaan mereka yang ada di Kalimantan Selatan, salah satunya adalah Perumahan Khusus para Penyandang Disabel khususnya para Tunanetra.

“Alhamdulillah telah selesai 15 unit rumah yang mudah-mudahan bisa segera ditempati.”
“Rencana kedepannya kami akan membangun 13 unit rumah lagi dan semoga rencana ini bisa segera terealisasikan,” sambungnya.
Menurutnya, rumah yang telah selesai tersebut sangat baik dan juga sudah dilengkapi dengan sarana air bersih, listrik dan juga PSU yang cukup baik. Dan juga beliau mengharapkan Rumah dan Lingkungan sekitarnya bisa lebih dipercantik lagi.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah mengucapkan terimakasih kepada PUPR Pusat atas bantuan 15 unit rumah untuk Perumahan Disabilitas ditambah bangunan sebanyak 13 unit lagi nantinya.
“Kami akan memelihara perumahan ini. Dan untuk penempatan para penyandang disabilitas mungkin akan sedikit terlambat dikarenakan kami kemarin fokus mengurus 10 ribu pengungsi banjir di Banjarbaru.
“InsyaAllah dalam minggu ini rumah-rumah tersebut akan segera ditempati,” ungkapnya.
Kategori yang akan menempati rumah yang ada di Perumahan Disabilitas adalah prioritasnya para Tunanetra dan yang paling kekurangan/ miskin dalam ekonomi.
Dikarenakan tempat yang masih terbatas juga kepada para tunanetra yang mau taat dengan peraturan yang ada, seperti tidak keliling untuk meminta-minta, dan mau mengikuti pembinaan.
‘Syarat untuk pindah ke perumahan disabilitas ini adalah memiliki KTP dengan domisili Banjarbaru dan masuk ke dalam Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI),” Said Abdullah menukas.
Mengapa banyak para Penyandang Disabilitas khususnya Tunanetra sangat ingin pindah ke Perumahan ini? Ia mengimbuhkan, jika mereka berada di antara orang yang normal walaupun itu keluarga dan orang tua sendiri mereka merasa tidak nyaman sedangkan pada saat di perumahan ini mereka merasa lebih nyaman dan lebih dihargai.
“Di perumahan disabilitas ini banyak dari mereka yang sudah berkeluarga bahkan sudah mempunyai cucu dan kebanyakan dari mereka bertemu saat pelatihan di sekolah Fajar Harapan dan kemudian menikah setelah lulus pelatihan,” pungkasnya.



