REDAKSI8.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang merata hingga ke pelosok daerah. Melalui inovasi Dokumen Kependudukan Warga Terpencil Terlayani (DEWA CINTA), Disdukcapil kembali menggelar layanan jemput bola bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan administrasi kependudukan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, 29–30 Juli 2026, di Sekolah Dasar Kecil (SDK) Singsingan, wilayah anak Desa Mamigang, Kecamatan Halong. Kehadiran layanan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang sebelumnya harus menempuh perjalanan jauh dengan medan yang tidak mudah hanya untuk mengurus dokumen kependudukan.


Melalui program DEWA CINTA, warga dapat mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan secara langsung di desa mereka, mulai dari perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el), penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA), pembaruan Kartu Keluarga (KK), hingga pengurusan dokumen kependudukan lainnya.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kabupaten Balangan, Mustofa Kusuma, mengatakan bahwa program DEWA CINTA merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang adil dan setara bagi seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
Menurutnya, kepemilikan dokumen kependudukan bukan sekadar kebutuhan administrasi, tetapi menjadi syarat penting bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, perbankan, hingga berbagai program pemerintah lainnya.
“Kami berharap tidak ada lagi warga Balangan yang belum memiliki dokumen kependudukan. Dengan dokumen yang lengkap, masyarakat akan lebih mudah mengakses berbagai layanan publik dan program pemerintah daerah,” ujar Mustofa Kusuma, Kamis (30/7/2026).
Selama pelaksanaan layanan di SDK Singsingan, Disdukcapil Balangan berhasil melakukan perekaman KTP elektronik kepada delapan warga, menerbitkan 15 Kartu Identitas Anak (KIA), serta melayani sejumlah pembaruan Kartu Keluarga dan administrasi kependudukan lainnya.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melengkapi dokumen kependudukan tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari atau mengeluarkan biaya perjalanan menuju kantor Disdukcapil di ibu kota kabupaten.
Kepala SDK Singsingan dan Sawang, Abdul Rasyid, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program DEWA CINTA. Menurutnya, layanan jemput bola seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
Ia menjelaskan bahwa selama ini faktor jarak dan akses transportasi menjadi kendala utama bagi warga dalam mengurus dokumen kependudukan. Dengan hadirnya petugas Disdukcapil langsung ke wilayah mereka, berbagai kebutuhan administrasi dapat diselesaikan dengan lebih cepat, mudah, dan efisien.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Disdukcapil Kabupaten Balangan. Warga kami, khususnya di Singsingan, sangat terbantu dalam mengurus dokumen kependudukan, mulai dari penerbitan akta, Kartu Keluarga, hingga KTP. Dengan demikian, tidak ada lagi permasalahan data kependudukan yang berdampak pada data Dapodik sekolah kami,” ungkap Abdul Rasyid.
Ia juga berharap program DEWA CINTA dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak wilayah terpencil di Kabupaten Balangan. Dengan semakin luasnya jangkauan layanan, diharapkan seluruh masyarakat memiliki dokumen kependudukan yang lengkap sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan mengakses layanan pemerintah akibat belum memiliki identitas resmi.
Program DEWA CINTA menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Balangan dalam menghadirkan pelayanan yang inklusif, cepat, dan dekat dengan masyarakat. Melalui pendekatan jemput bola, pemerintah tidak hanya mempercepat penyelesaian administrasi kependudukan, tetapi juga memastikan setiap warga memiliki hak yang sama dalam memperoleh pelayanan publik, tanpa terhalang oleh kondisi geografis maupun keterbatasan akses.



