REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kedekatan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Syamsudin Noor dengan lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat sekolah terdampak cukup serius oleh kabut asap.
Kondisi itu mulai memicu keluhan kesehatan pada sejumlah siswa, khususnya mereka yang memiliki penyakit bawaan.


Kepulan asap bahkan terasa hingga siang hari dan pada kondisi tertentu masih menyelimuti kawasan sekolah sejak pagi.
Kepala SDN 4 Syamsudin Noor, Rahmita Sari mengatakan, dampak paling terasa ketika terjadi kebakaran lahan di sekitar sekolah.
Aktivitas helikopter pemadam yang melintas juga menjadi penanda adanya penanganan kebakaran di sekitar wilayah Ring 1 bandara.
“Kalau siang, tidak setiap hari, tapi ada beberapa hari kemarin itu memang kejadian kebakaran dekat di sini. Sekolah kami dilalui helikopter pemadam, jadi dampaknya asap waktu siang itu kena ke tempat kami. Jam satu siang itu sudah mulai terasa,” ujarnya.
Menurutnya, tingkat kepekatan asap sulit dipastikan karena kondisi dapat berubah setiap hari.
Namun, dibandingkan sejumlah wilayah lain, lingkungan SDN 4 Syamsudin Noor dinilai lebih rentan terdampak karena berada dekat dengan lokasi kebakaran lahan.
“Tapi memang tidak bisa dipastikan setiap hari apakah parah, tapi kalau dibandingkan yang lain disini memang agak lebih parah karena dekat dengan lokasi kebakaran lahan,” ungkapnya.
Rahmita menjelaskan, pihak sekolah juga mencatat sejumlah anak dengan riwayat penyakit bawaan, termasuk asma dan sesak napas yang mengalami keluhan selama kabut asap melanda.
Untuk mengantisipasi risiko kesehatan, sekolah memberikan kelonggaran dalam pelaksanaan tugas bagi siswa yang kondisi fisiknya terdampak.
Siswa diminta mengutamakan pemulihan dan beristirahat apabila mengalami gangguan kesehatan.
“Kemarin ada beberapa anak yang memang punya penyakit bawaan seperti asma dan sesak napas. Kalau kondisinya seperti itu, kita toleransi untuk pemberian tugas. Kita optimalkan anak untuk istirahat serta dianjurkan konsumsi makanan sehat,” jelasnya.
Oleh karena itu, pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi udara sebagai dasar menentukan kebijakan ppembelajaran
Langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan tetap berjalan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan siswa di tengah ancaman kabut asap karhutla yang masih sulit diprediksi.



