REDAKSI8.COM, TAPANULI TENGAH – Suasana khidmat menyelimuti Kompleks Makam Sultan Ibrahim Syah, Sabtu (9/8/2025) pagi. Ratusan warga dari berbagai penjuru Barus dan daerah tetangga berkumpul dalam Ziarah Akbar, mendoakan tokoh besar yang pernah memimpin kejayaan Barus di masa lampau.
Di tengah rangkaian doa, Camat Barus Sanggam Panggabean berdiri menyampaikan ajakan yang membakar semangat: menghidupkan kembali kejayaan Barus melalui pelestarian situs budaya dan pengembangan potensi wisata religi.
“Alhamdulillah, Ziarah Akbar ini bukan sekadar momen doa, tetapi tonggak kebangkitan. Kita ingin mengangkat kembali nilai sejarah Barus di masa Sultan Ibrahim Syah, ketika Kesultanan Barus menjadi pusat perdagangan lokal maupun internasional. Kita berdoa agar Barus bangkit lagi, menjadi pusat ekonomi, budaya, dan religi seperti dulu,” ujarnya.
Sanggam menilai, kekayaan sejarah, peninggalan Islam, dan keramahan masyarakat Barus adalah modal besar untuk menarik wisatawan dari seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Ia mencontohkan Martapura di Kalimantan Selatan sebagai model kota religi yang mampu menggerakkan ekonomi melalui sejarah dan tradisi.
Tak hanya bicara visi, Sanggam juga memaparkan langkah konkret yang tengah dijalankan, mulai dari pemeriksaan penggunaan Dana Desa, penyediaan pompa sedot air untuk nelayan, penanganan stunting, hingga pelibatan aktif warga dalam berbagai proyek pembangunan.
Sebagai bagian dari HUT ke-80 RI, Kecamatan Barus akan menggelar Pesta Rakyat pada 18–23 Agustus, menampilkan lomba tradisional, pentas seni budaya, dan pameran kuliner khas. Sementara pada Oktober mendatang, Haul Sultan Ibrahim Syah akan dihelat dengan skala nasional, diharapkan menjadi magnet wisata religi sekaligus penggerak roda ekonomi lokal.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan makam. “Banyak orang dari luar daerah datang untuk berdoa di sini. Mari kita sambut mereka dengan suasana yang tertib, indah, dan nyaman,” pesannya.
Dalam momen tersebut, apresiasi khusus diberikan kepada keluarga Tuanku Alamsyah Arif Marbun yang telah menyerahkan lahan di depan makam untuk kepentingan umat.
“Tanah ini menjadi milik bersama, tidak diperjualbelikan, dan akan dikelola untuk memperindah kawasan makam. Semoga niat baik ini membawa keberkahan bagi beliau, keluarga, dan seluruh masyarakat Barus,” tutup Sanggam penuh harap.



