REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Kehutanan (Dishut) Kalimantan Selatan (Kalsel) resmi meluncurkan Cafe Forester 3 di kawasan Komplek Perkantoran Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin (1/6/26).
Selain menjadi ruang kuliner berkonsep alam terbuka, kafe tersebut diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperluas pemasaran produk hasil hutan bukan kayu dari kelompok tani hutan binaan.

Kafe itu menjadi cabang ketiga setelah sebelumnya hadir di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, dan kawasan Tahura Sultan Adam Mandiangin, Kabupaten Banjar dengan mengusung konsep ruang terbuka hijau yang memadukan suasana alam dengan area kuliner dan bersantai.
Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, pemilihan lokasi didasarkan pada tingginya aktivitas masyarakat di kawasan perkantoran, khususnya saat akhir pekan.
“Melihat potensi kunjungan yang ramai setiap Sabtu dan Minggu, serta belum adanya kafe berkonsep alam di lingkup perkantoran ini, kami optimis membuka cabang ketiga,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurutnya, pengembangan Cafe Forester juga merupakan bagian dari upaya pemanfaatan aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) agar memberikan nilai ekonomi.
“Sesuai arahan Pak Gubernur dan Pak Sekda, kami diminta memanfaatkan aset pemerintah Provinsi Kalsel untuk mendapatkan PAD yang lebih besar,” katanya.
Tak hanya berorientasi pada peningkatan PAD, keberadaan Cafe Forester juga dirancang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
Dimana seluruh produk kopi yang disajikan berasal dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang diproduksi Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).
“Kami ingin kehadiran Cafe Forester ini saling berkesinambungan. Dengan adanya kafe ini, otomatis penjualan dari kelompok tani hutan juga akan meningkat,” jelasnya.
Selain itu, Dishut Kalsel menggandeng Saka Wanabakti dalam pengelolaan sejumlah cabang Cafe Forester, lantaran skema tersebut dinilai mampu mendorong kemandirian organisasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi anggota binaan.
Sementara itu, perwakilan pengelola Cafe Forester, Noval menjelaskan, operasional kafe menyasar tiga segmen utama, yakni masyarakat yang berolahraga di kawasan perkantoran, pegawai yang membutuhkan tempat makan siang, serta ASN yang ingin menikmati sarapan dan kopi sebelum memulai aktivitas kerja.
Bahkan seluruh konsep usaha, menu, hingga strategi pemasaran telah dipersiapkan melalui observasi dan pemetaan pasar selama dua bulan terakhir.
“Pertama, kita akan mengejar pasar masyarakat yang suka olahraga, karena tren lari pagi atau sore di sini sedang ramai. Maka dari itu, produk yang kami sajikan berkonsep sport and health,” ucapnya.
Diwaktu yang berbede, salah satu pengunjung Rudy menilai suasana kafe sangat cocok menjadi tempat berkumpul oleh berbagai kalangan.
“Minum kopi lokal ini ternyata sangat enak sekali karena memang terasa di lidah. Suasana di sini juga teduh, rindang, dan sangat representatif, terutama bagi teman-teman Gen Z,” tutupnya.



