REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Bernuansa seperti di Masjid Nabawi Madinah, payung elektrik raksasa ini dapat dijumpai masyarakat di Masjid Agung Al-Munawawarah Jalan Trikora, Kota Banjarbaru.

Seluruhnya ada tujuh payung raksasa, empat diantaranya berada di bagian teras belakang dan tiga terpasang di bagian halaman samping kanan masjid.
Sekretaris Masjid Agung Al Munawwarah, H Syahdi mengatakan, pada moment tertentu, kawasan masjid akan dipenuhi banyak masyarakat yang melakukan wisata religi maupun untuk menghabiskan waktunya sembari menunggu berbuka puasa.
“Jumlah payung yang dipasang sebanyak tujuh buah, diantaranya ada empat buah dipasang di bagian teras belakang dan tiga buah dipasang di bagian teras sebelah kanan masjid,” ujarnya kepada Redaksi8.com, Sabtu (22/3/25).
Syahdi menjelaskan, jumlah payung di Masjid Agung Al Munawwarah memang tidak sebanyak di Masjid Nabawi. Namun keberadaan serta desainnya sudah cukup dibuat sedemikian rupa sama untuk melindungi dari cuaca panas.
“Memang dibuat seperti itu, di samping fungsi payung ini sebagai pelindung panas tetapi memang terinspirasi dari masjid Madinah Al-Munawwarah,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, inspirasi ini didapat jauh ketika Masjid Agung Al-Munawwarah dibangun pada tahun 2010 silam.
Dimana menurut sejarah Masjid Al-Munawwarah dibangun dengan diberi nama yang juga terinspirasi dari nama Masjid Madinah Al-Munawwarah atau Masjid Nabawi.
“Yang kemudian tentu tujuannya adalah dalam rangka memperindah dan mempercantik tampilan masjid ini sendiri,” ucapnya.
Dengan adanya payung-payung raksasa ini, bisa menjadi sarana masyarakat untuk berwisata religi, bahkan saat hari-hari besar seperti keagamaan.
Tak hanya itu, tokoh-tokoh penting pun seperti Presiden sebelumnya yakni Joko Widodo serta Menteri-menterinya pernah mampir untuk beristirahat dan melaksanakan sholat.
“Selain itu sebagai sarana bagi masyarakat untuk menikmati suasana di masjid jadi semacam jadi wisata religi,” katanya.
Sebab, banyak dari jemaah maupun masyarakat umum yang kerap mengabadikan momen-momen dengan latar payung sembari menikmati waktunya, serta mengingatkan para jamaah Umrah atau Haji yang kerap berfoto di Masjid Nabawi.
“Alhamdulillah kita sudah melihat dan amati ketika waktu sore sudah banyak masyarakat yang sambil melihat dan menikmati bahkan berfoto-foto,” ungkapnya.
“Masjid ini dapat menjadi pilihan untuk berwisata religi di Banjarbaru,” tambahnya.
Disamping itu, Syahdi menyampaikan, bahwa keberadaan payung ini merupakan proyek dari Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru yang dikerjakan sejak tahun 2024 lalu.
Dan telah resmi dibuka pada bulan Desember 2024 termasuk beberapa sarana tambahan masjid seperti toilet perempuan serta dibangunnya tempat pemulasaran jenazah.
“Anggarannya sekitar Rp12 miliar untuk payung ini, dan untuk dibukanya payung adalah hanya ketika cuaca panas saja, jika hujan akan ditutup mengingat ada tenaga elektronik disana,” pungkasnya.
Sebagai informasi, payung elektrik raksasa akan dibuka pada jam 09.00 Wita pagi dan ditutup setiap pukul 06.00 Wita sore apabila tidak terjadi hujan.