REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Siapa bilang madrasah di pelosok sulit bersaing? MA Ainul Amin Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk berprestasi. Meski berada di kawasan lereng gunung, semangat siswanya justru menyala untuk membuktikan diri dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Kali ini, giliran Sri Musliani yang mencuri perhatian. Siswi MA Ainul Amin tersebut berhasil mengamankan tiket menuju Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan 2026 yang digelar di Asrama Haji Banjarbaru.
Kesempatan itu diraih setelah Sri Musliani sukses menyabet Juara 3 OMI tingkat Kabupaten Balangan pada akhir pekan lalu. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa dari daerah pelosok juga punya potensi besar untuk bersinar di panggung kompetisi akademik.
Bagi MA Ainul Amin, pencapaian ini bukan sekadar keberuntungan. Ada konsistensi, kerja keras, dan semangat belajar yang terus dijaga dari tahun ke tahun.
Sebelumnya, pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang kini dikenal sebagai OMI, MA Ainul Amin juga menorehkan prestasi membanggakan pada 2024. Raudatul Janah berhasil meraih Juara 1 bidang Kimia, sedangkan Nur Ijati menyabet Juara 5 bidang Fisika di tingkat Kabupaten Balangan.
Deretan prestasi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa potensi anak-anak dari lereng gunung tidak boleh dipandang sebelah mata.
Perjuangan Sri Musliani menuju panggung provinsi tidak berjalan sendirian. Kepala MA Ainul Amin, Edy Junaidi, S.Sos., turun langsung memberikan dukungan bersama guru pendamping, Novi Sardadevi, S.Pd.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga semangat, kepercayaan diri, dan kesiapan Sri Musliani dalam menghadapi persaingan dengan peserta dari berbagai madrasah di Kalimantan Selatan.
Kepala MA Ainul Amin, Edy Junaidi, menegaskan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Menurutnya, kesempatan dan kerja keras bisa menjadi jalan bagi siswa madrasah di pelosok untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Sesuai motto kebanggaan kita, ‘Turun Gunung Taklukan Kota’, keberhasilan dari tahun 2024 hingga 2026 ini membuktikan bahwa keterbatasan di pelosok lereng gunung bukan alasan untuk menyerah. Jika diberi kesempatan, santri kita mampu bersaing dan menang,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar madrasah dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan perjuangan Sri Musliani agar diberikan kelancaran dan mampu meraih hasil terbaik.
“Bismillah, mari kita iringi perjuangan ananda Sri Musliani dengan doa. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, kelancaran, serta keberhasilan hingga melaju dan mengukir prestasi emas di OMI Tingkat Nasional. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin,” tuturnya penuh harap.
Perjalanan Sri Musliani menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berprestasi tidak hanya milik siswa dari sekolah besar di perkotaan. Dengan semangat belajar, dukungan guru, dan kesempatan yang setara, siswa dari daerah terpencil pun mampu menunjukkan kualitasnya.
Bagi MA Ainul Amin Tebing Tinggi, langkah Sri Musliani di OMI Provinsi Kalsel 2026 bukan hanya tentang mengejar gelar juara. Lebih dari itu, perjuangan ini membawa harapan bagi generasi muda di Bumi Sanggam agar berani bermimpi besar dan tidak minder dengan keterbatasan.
Kini, harapan itu bertumpu pada perjuangan Sri Musliani. Dari lereng gunung Kabupaten Balangan, ia membawa semangat untuk membuktikan bahwa asal daerah bukan batas untuk berprestasi.
Karena pada akhirnya, yang menentukan bukan seberapa lengkap fasilitas yang dimiliki, tetapi seberapa besar tekad untuk terus belajar, berjuang, dan membuktikan diri.
Bukan dari Kota, Tapi Siap Mendunia! Sri Musliani Bawa MA Ainul Amin Tebing Tinggi Tembus OMI Provinsi Kalsel 2026









