REDAKSI8.COM, KALSEL – Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengerahkan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik rawan pada Minggu (2/8/26).
Operasi tersebut dilakukan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Sungai Arfat, hingga Tiwingan.

Pemadaman dipimpin Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Dishut Kalsel, Bambang Marwanto. Tim bergerak usai terdeteksi sejumlah hotspot guna mencegah api meluas.
Ia menyebutkan, di lokasi pertama kawasan Hutan Lindung (HL) Liang Anggang wilayah Kurnia, api membakar lahan yang didominasi ilalang dan semak belukar.
“Pada lokasi tersebut, petugas mengerahkan dua unit mesin portabel berukuran 1,5 inci dan lima rol selang. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum meluas dan kondisi di lokasi dipastikan padam total,” ujarnya, Senin (3/8/26).
Operasi kemudian dilanjutkan ke kawasan Sungai Arfat. Di lokasi ini, petugas menghadapi kendala minimnya sumber air sehingga harus menerapkan suplai air dari luar lokasi.
Bahkan, tim mengerahkan 15 unit jet shooter, 20 alat pemukul api (kepyok), satu unit mobil tangki berkapasitas 5.000 liter, serta dua unit mobil pikap Hilux yang masing-masing membawa tandon air berkapasitas 1.000 liter.
“Tantangan terberat yang harus dihadapi tim di lapangan adalah ketiadaan sumber air di sekitar lokasi kebakaran. Untuk itu, petugas menerapkan strategi suplai air dan pemadaman manual secara masif,” jelasnya.
Lebih lanjut Bambang menyampaikan, memasuki malam hari, pemadaman berlanjut di kawasan Tiwingan. Medan yang gelap dan angin kencang membuat proses pemadaman berlangsung lebih berat sehingga seluruh personel dikerahkan.
“Kekuatan penuh kami kerahkan dengan melibatkan 35 personel Dishut, 10 personel Tahura, dan 15 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA),” katanya.
Selain personel, tim juga didukung 20 unit jet shooter dan 10 alat pemukul api serta pemadaman di sejumlah titik hingga akhirnya kobaran api berhasil dikendalikan.
Meski demikian, Bambang mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena kondisi vegetasi yang mengering membuat api sangat mudah menyebar.
“Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi vegetasi berupa semak dan ilalang yang saat ini sangat kering membuat api mudah menyebar dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” tuntasnya.



