REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan (Kalsel) merilis puncak musim hujan di wilayah Kota Banjarbaru diprediksi terjadi pada bulan November 2025 mendatang.
Sementara beberapa wilayah lain di Kalimantan Selatan akan menghadapi puncak musim hujan dengan waktu yang bervariasi.

“Kita modifikasi cuaca kemarin sudah berhenti di tanggal 22 Agustus. Untuk September ini memang sudah hujan,” ujar Forecaster Iklim BMKG Kalsel, Mustika Wiratri saat diwawancarai, Rabu (24/9/25).
Oleh karena itu, puncak musim hujan di Kalsel diprediksi berbeda-beda sesuai wilayahnya masing-masing.
Sedangkan, untuk Kota Banjarbaru sendiri, puncak musim hujan diperkirakan akan datang di bulan November mendatang.
“Kalau puncak musim hujan memang bervariasi. Tidak merata untuk daerah di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Mustika menjelaskan, wilayah barat Pegunungan Meratus sebagian besar akan mengalami puncak musim hujan pada bulan November.
Namun, daerah selatan Kabupaten Tabalong dan sebagian Kabupaten Balangan justru diprediksi menghadapi puncak musim hujan di Desember 2025.
“Sementara itu, wilayah timur Kalimantan Selatan diperkirakan lebih panjang menghadapi musim hujan,” ucapnya.
Lebih jauh, Ia mengatakan, puncaknya bisa berlangsung sejak Desember hingga Mei, termasuk Januari dan Februari, terutama di daerah pesisir yang diprediksi mencapai intensitas tertinggi pada bulan Mei.
“Untuk bagian timur, puncak curah hujan diprediksi antara bulan Desember sampai Mei,” bebernya.
BMKG Kalsel juga mencatat wilayah Kotabaru bagian Pulau Laut dan Pulau Sebuku lebih dulu memasuki musim hujan di bulan Agustus.
“Kotabaru daratan dan Tanah Bumbu bagian utara diprediksi mulai mengalami musim hujan pada awal September,” tuturnya.
Kemudian, di Kabupaten Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara (HSU) bagian utara, Hulu Sungai Selatan (HSS) bagian timur, Kabupaten Banjar bagian timur, Kota Banjarbaru, serta Tanah Laut bagian barat.
“Pada kota tersebut awal musim hujan terjadi pada pertengahan September,” katanya.
Sementara akhir September, wilayah yang diperkirakan memasuki musim hujan meliputi Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan bagian barat, sebagian besar Tapin, Barito Kuala, Kota Banjarmasin, dan sebagian kecil Kota Banjarbaru bagian utara, serta Tanah Laut bagian lain.
“Yang penting kita waspada akan perkembangan musim. Lahan perlu dipersiapkan, termasuk infrastruktur dan tata kelola lahan untuk menghadapi puncak musim hujan,” imbaunya.
Ia mengingatkan, kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan banjir agar lebih siap menghadapi intensitas hujan yang akan datang.
“Jangan lupa selalu mengakses informasi cuaca. BMKG juga memberikan peringatan tentang curah hujan dan cuaca ekstrem lewat kanal resmi,” pungkasnya.



