REDAKSI8.COM, KALSEL – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor memprakirakan cuaca di Kalimantan Selatan (Kalsel) didominasi cerah hingga berawan pada periode 29 Juli hingga 4 Agustus 2026.
Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, disertai peringatan dini cuaca ekstrem pada awal periode.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor, Ota Welly Jenny Thalo, melalui Prakirawan Utari Randiana mengatakan, kondisi cuaca selama sepekan ke depan secara umum masih relatif kondusif dengan potensi hujan yang bersifat lokal.
Suhu udara diprakirakan berkisar antara 23-35 derajat Celsius, kelembapan udara 48-99 persen, serta angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Selatan dengan kecepatan 5 sampai 30 kilometer per jam.
“Selama satu minggu ke depan, kondisi cuaca di Kalimantan Selatan secara umum cerah hingga berawan dengan potensi hujan ringan yang bersifat lokal,” ujarnya.
BMKG memprakirakan wilayah Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Kotabaru, dan Tanah Bumbu didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan peluang hujan ringan selama periode tersebut.
Sementara di Tanah Laut, hujan ringan diperkirakan terjadi pada 29 Juli hingga 1 Agustus sebelum cuaca kembali cerah hingga berawan.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Banjarbaru.
“Untuk wilayah Tanah Laut, potensi hujan ringan diperkirakan terjadi pada 29 Juli hingga 1 Agustus, kemudian pada 2 hingga 4 Agustus kondisi cuaca cenderung cerah hingga berawan. Adapun wilayah Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Kota Banjarmasin, dan Banjarbaru berpotensi hujan ringan pada awal periode, kemudian didominasi cuaca cerah hingga berawan pada akhir periode,” jelasnya.
Ia juga mengimbau, masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat yang diprakirakan terjadi pada 29 Juli di beberapa wilayah.
Selain itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan menghemat penggunaan air, serta memanfaatkan air hujan sebagai langkah antisipasi selama musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat pada 29 Juli 2026, terutama di wilayah Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, dan sekitarnya,” imbaunya.
Selain cuaca daratan, BMKG mengingatkan para nelayan, baik kapal tongkang, kapal ferry dan operator transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang hingga 2,5 meter selama 29 Juli sampai 4 Agustus 2026 di perairan Tanah Laut dan Kotabaru, serta pasang maksimum di Muara Sungai Barito dan perairan Kotabaru.
“Kami juga mengingatkan adanya potensi pasang air laut maksimum di Perairan Muara Sungai Barito pada 29 hingga 30 Juli dengan ketinggian mencapai 2,5 meter, serta di Perairan Kotabaru pada 29 Juli hingga 4 Agustus yang dapat mencapai 2,7 meter,” tutupnya.



