REDAKSI8.COM – Sebanyak 348 peserta yang terdiri dari perwakilan 164 buah Posyandu dan 10 Puskesmas di Banjarbaru mengikuti penguatan peran serta Kader dalam Upaya Penurunan Stunting di Posyandu Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2021, di Aula Widyatama Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Senin (4/10).
Kasi Promosi dan Pemberdayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rita Fitriani menyampaikan bahwa tujuan penguatan peran kader adalah sebagai tindaklanjut dari orientasi bagi kader Posyandu di tahun 2020.

Serta sambungnya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan kader dalam mengemban tugas di Posyandu.
“Ini pun sebagai upaya penguatan peran serta kader dalam penurunan stunting di Poyandu,” katanya.
Materi yang disampaikan dalm giat merupakan terkait Stunting, Cara penyuluhan yang baik dan benar secara sederhana. Cara menimbang yang baik dan benar dan pengisian Buku KIA.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru Rizana Mirja mengatakan peran dari para kader sangat penting dalam meningkatkan peran Posyandu dan kader juga sangat penting ikut dalam penurunan stunting di Posyandu.
“tentunya dengan memberikan saran-saran kepada ibu hamil dan menyusui terkait stunting,” ucapnya.
Baginya, pentingnya Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Ditambah, mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.
Kemudian kata Ketua PKK Kota Banjarbaru Vivi Mar’i Zubedi Aditya Mufti Ariffin keberadaan Posyandu tentunya memberikan banyak manfaat untuk keluarga, antara lain mendukung perbaikan perilaku, keadaan gizi dan kesehatan keluarga, mendukung perilaku hidup bersih dan sehat, mendukung pelayanankeluarga berencana, serta Mendukung pemberdayaan keluarga dan masyarakat dalam penganekaragaman pangan melalui pemanfaatan pekarangan.
“Posyandu juga dekat dan mudah dijangkau masyarakat, sehingga tidak ada alasan masyarakat untuk tidak memanfaatkan Posyandu dengan baik, karena semakin banyak keluarga yang datang berkunjung ke Posyandu maka semakin baik tingkat partisipasi dan keberlangsungan programnya,” terang Vivi.
Sebagai pelaksana kegiatan Posyandu, peran kader tentunya sangat menentukan terhadap aktif tidaknya sebuah Posyandu.
“Untuk itu sangat baik bila keterampilan kader Posyandu dapat selalu ditingkatkan, karena dengan berkembangnya pengetahuan maka pengetahuan kader pun perlu selalu ditingkatkan agar seiring dengan berkembangnya zaman, sehingga Posyandu akan tetap menjadi wadah bagi pemantauan pertumbuhan balita yang sangat dibutuhkan masyarakat,” Ia menjelaskan.



