REDAKSI8.COM – Hemodialisa atau Hemodialisis berasal dari kata hemo artinya darah, dan dialisis berarti pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh.
Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah ‘cuci darah’.
Dengan teknologi tersebut, apakah mesin tersebut benar-benar bekerja sesuai dengan tarifnya yang cukup mahal?
Dalam sekali melakukan cuci darah, ungkap Kepala Seksi Diklat dan Penyuluhan RSD Idaman Banjarbaru, Harun Arrasyid, menghabiskan dana sedikitnya 1 Juta rupiah.
“Sekali cuci darah harganya memang dikisaran itu,” bebernya kepada Redaksi8.com, Kamis (9/4).
Walupun demikian, dalam sepekan (senin hingga sabtu) saja ada sekitar 140 pasien yang harus ditangani pihaknya. Secara bergantian, petugas yang berjaga harus selalu siaga.
Lantaran katanya, proses pencucian darah setiap satu pasien memakam waktu 9 hingga 12 jam.
“Semantara kami memiliki 1 dokter penanggung jawab, 1 dokter pelaksana, 9 perawat dan 1 petugas administrasi,” papar Harun.
Selain itu, fasilitas yang bisa dinikmati pasien selama melakukan cuci darah ialah tempat tidur atau sofa, sesuai dengan kondisi klinis pasien dan kenyamanan pasien.
Ditambah, pihaknya menyediakan fasilitas hiburan televisi agar pasien semakin rileks selama proses cuci darah berlangsung.
“Mesin ini kami letakan di dalam ruangan full AC,” cetusnya.
“Saat ini kami punya 12 unit hemodelisa. RSDI menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan system KSO sebanyak 6 Unit dan membeli sebanyak 6 unit,” sambungnya.
Diketahui, alat hemodialisis yang digunakan RSDI menggunakan merek terbaik olahan Jerman yakni B Braun. Tentu saja teknologi ini bukan sembarang barang, harganya pastilah cukup mahal.
Harga termurah satu set Hemodialisa versi salah satu toko online saja dimulai dari harga Rp. 335 juta.



