REDAKSI8.COM, TAPTENG – Suasana tenang siang hari di Desa Aek Horsik, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, mendadak pecah oleh teriakan warga, Kamis (14/8/2025). Sebuah kecelakaan maut merenggut nyawa Rido Zai (32), pengendara becak barang yang dikenal ramah di lingkungannya.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Sibolga–Padang Sidempuan, tepat di tikungan dekat area tambak udang. Saat itu, Rido baru saja menurunkan muatan kayu di Sibolga dan tengah kembali ke rumah dengan becak kosongnya.
Menurut kesaksian warga, tiga unit truk milik PT Trans Continent melaju menuju Sibolga. Di jalur menikung tersebut, nasib nahas menimpa Rido. “Kami kaget, tiba-tiba saja sudah terjadi tabrakan. Korban langsung tergeletak di jalan,” ungkap seorang saksi mata.
Tak jauh dari tubuh korban, sebuah truk kontainer bernomor polisi B 9404 SE dengan nomor unit T22 berhenti di tepi jalan. Truk pengangkut logistik itu disebut-sebut beroperasi untuk salah satu perusahaan tambang besar di kawasan tersebut.
Kecelakaan ini cepat menjadi sorotan publik, terlebih setelah foto dan video lokasi kejadian beredar di media sosial. Rido, yang sehari-hari menjadi tulang punggung keluarga, meninggalkan seorang istri dan empat anak yang masih kecil.
Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Dela Antoni, membenarkan kejadian ini.
“Kasus sudah kami tangani. Barang bukti diamankan di Unit Laka. Penyelidikan masih berjalan,” ujarnya, Jumat (15/8).
Hingga kini, pihak PT Trans Continent belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, kepolisian terus mendalami penyebab pasti kecelakaan yang merenggut satu nyawa di jalur rawan tersebut.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di Jalan Sibolga–Padang Sidempuan, tepat di tikungan dekat area tambak udang. Saat itu, Rido baru saja menurunkan muatan kayu di Sibolga dan tengah kembali ke rumah dengan becak kosongnya.
Menurut kesaksian warga, tiga unit truk milik PT Trans Continent melaju menuju Sibolga. Di jalur menikung tersebut, nasib nahas menimpa Rido. “Kami kaget, tiba-tiba saja sudah terjadi tabrakan. Korban langsung tergeletak di jalan,” ungkap seorang saksi mata.
Tak jauh dari tubuh korban, sebuah truk kontainer bernomor polisi B 9404 SE dengan nomor unit T22 berhenti di tepi jalan. Truk pengangkut logistik itu disebut-sebut beroperasi untuk salah satu perusahaan tambang besar di kawasan tersebut.
Kecelakaan ini cepat menjadi sorotan publik, terlebih setelah foto dan video lokasi kejadian beredar di media sosial. Rido, yang sehari-hari menjadi tulang punggung keluarga, meninggalkan seorang istri dan empat anak yang masih kecil.
Kasat Lantas Polres Tapteng, AKP Dela Antoni, membenarkan kejadian ini.
“Kasus sudah kami tangani. Barang bukti diamankan di Unit Laka. Penyelidikan masih berjalan,” ujarnya, Jumat (15/8).
Hingga kini, pihak PT Trans Continent belum memberikan keterangan resmi. Sementara itu, kepolisian terus mendalami penyebab pasti kecelakaan yang merenggut satu nyawa di jalur rawan tersebut.



