REDAKSI8.COM, BALANGAN — Seleksi Tahap I Pemilihan Nanang Galuh Balangan 2026 mulai memasuki tahapan penting. Para peserta diuji melalui Basasuluh, yakni sesi wawancara yang menjadi ruang untuk menggali kemampuan, wawasan, karakter, serta kesiapan generasi muda dalam menjadi representasi daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Kecamatan Paringin Selatan, Sabtu (22/8/2026).


Tahapan Basasuluh tidak sekadar menjadi ajang tanya jawab. Di balik proses tersebut, panitia ingin melihat sejauh mana peserta mampu berkomunikasi, menyampaikan gagasan, sekaligus memahami identitas, budaya, pariwisata dan potensi yang dimiliki Kabupaten Balangan.
Ketua Pelaksana Pemilihan Nanang Galuh Balangan 2026, Muhammad Rizky Fadhillah, mengatakan wawancara menjadi salah satu tahapan penting dalam proses seleksi.
“Pada tahap wawancara ini kami ingin melihat kemampuan peserta secara lebih mendalam, baik dari sisi komunikasi, wawasan, maupun pemahaman mereka terhadap budaya dan potensi yang dimiliki Kabupaten Balangan,” ujarnya.
Menurut Rizky, para peserta tidak hanya dituntut memiliki penampilan dan kemampuan berbicara yang baik. Lebih dari itu, Nanang dan Galuh yang terpilih nantinya diharapkan memiliki wawasan luas, karakter kuat serta kepedulian terhadap daerah.
Karena itu, ia meminta seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan penuh percaya diri dan menunjukkan kemampuan terbaik.
“Nanang dan Galuh terpilih nantinya diharapkan mampu membawa nama baik Balangan serta berkontribusi dalam memperkenalkan budaya dan pariwisata daerah,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Nanang dan Galuh diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai potensi Balangan kepada masyarakat yang lebih luas. Mulai dari kekayaan budaya, destinasi wisata, hingga berbagai potensi ekonomi kreatif yang tumbuh di tengah masyarakat.
Bagi peserta, proses seleksi tersebut juga menjadi kesempatan untuk berkembang. Salah satunya dirasakan Nor Asifa, yang menganggap Pemilihan Nanang Galuh Balangan bukan semata-mata kompetisi untuk memperebutkan gelar.
“Saya sangat bersyukur bisa mengikuti seleksi Nanang Galuh Balangan 2026. Bagi saya, ini merupakan kesempatan untuk belajar, menambah pengalaman, serta mengenal lebih dalam budaya dan potensi yang ada di Kabupaten Balangan,” ungkapnya.
Menurut Nor Asifa, setiap tahapan seleksi memberikan pengalaman tersendiri. Ia pun berharap dapat mengikuti seluruh rangkaian proses secara maksimal dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk terus mengembangkan kemampuan diri.
Pemilihan Nanang Galuh Balangan 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang mampu tampil terbaik di atas panggung. Lebih jauh, ajang tersebut menjadi ruang untuk mencari generasi muda yang mampu mengenal daerahnya, memahami budayanya, serta memiliki keberanian untuk memperkenalkan potensi Balangan kepada dunia luar.
Dari tahapan Basasuluh inilah, kualitas calon duta daerah mulai diuji—bukan hanya melalui kemampuan berbicara, tetapi juga melalui wawasan, karakter dan kepedulian mereka terhadap masa depan Kabupaten Balangan.



