REDAKSI8.COM, BANJARBARU — Empat orang perwakilan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) PIRANHA Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) resmi bertolak menuju Jawa Barat, Selasa (8/9/2026) siang.
Keberangkatan satu tim tersebut bertujuan untuk berlaga dalam ajang bergengsi kompetisi alam bebas tingkat nasional, Super Adventure 2026, yang berlokasi di Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.


Organisasi mahasiswa yang telah berdiri dan berdedikasi menjaga eksistensinya di Kampus Perikanan dan Kelautan ULM sejak tahun 1984 tersebut, menurunkan empat personel terbaiknya sebagai satu tim utuh yang akan berlaga pada 11 hingga 13 September mendatang.
Ketua Mapala Piranha FPIK ULM Olivia Elyanti, mengaku begitu mengapresiasi kepada anggota yang berani membawa nama Mapala Piranha untuk mewakili organisasi ikut di ajang perlombaan bergengsi Adventure Race di Ujung Genteng, Jawa Barat.
Bagi Oliv (panggilan akrab<-red) Keberangkatan itu bukan cuma soal menang atau kalah, tapi tentang pengalaman, proses dan bagaimana para atlit lombanya membawa nama baik Piranha maupun kampus ULM di luar daerah.
“Saya harap selama mengikuti lomba, kawan-kawan bisa memberikan kemampuan terbaik, tetap jaga kekompakan, keselamatan dan nama baik Piranha dan almameter kampus ULM,” begitu kata Ketua Mapala Piranha.
Menurutnya, para atlit mesti menikmati setiap proses selama kompetisi.
Ambil sebanyak-banyaknya pengalaman dan yang paling penting mereka semua mesti pulang dengan selamat.
“Semoga perjalanan dan perjuangan kawan-kawan di Adventure Race ini bisa jadi pengalaman yang berharga dan membawa hasil yang membanggakan untuk Piranha dan Kampus ULM,” doanya.
Oliv turut berterima kasih kepada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan Senior-senior Anggota Luar Biasa (ALB) Mapala Piranha yang turut membantu dan mendukung oprasional keberangkatan para peserta dan Official.
“Semangat berjuang, bawa nama Piranha dan ULM dengan bangga,” sambungnya.
Empat orang atlit yang diutus Mapala Piranha terdiri dari Rizki Ardiana, Muhammad Mu’thi Azhari, Alvyandi dan Muhammad Hapis Anshari.
Selanjutnya Badan Pengawas Organisasi Mapala Piranha FPIK ULM, John Fitriwan menambahkan, Lomba tersebut merupakan kesempatan bagi tim yang terpilih mewakili Mapala Piranha untuk mengasah kemampuan dan menguji hasil latihan yang telah dilaksanakan berbulan-bulan.
“Harapanya Semoga melalui lomba ini dapat meraih hasil terbaik, menambah pengalaman, serta menjadi motivasi untuk terus berkembang dan berprestasi di masa mendatang,” tandasnya.

Diketahui, Super Adventure 2026 yang dikenal sebagai panggung uji ketangguhan dan arena petualangan ekstrem yang menyajikan beragam disiplin tantangan alam bebas.
Para peserta diwajibkan menyelesaikan lintasan ekstrem yang mencakup trail running, canyoning, orientering, rafting, hingga coastal tracking.
Tahun ini, gelaran raksasa khusus pecinta alam tersebut diikuti oleh 120 tim dari Mapala di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Setiap tim peserta diwajibkan melintasi rute penuh rintangan dengan total jarak menembus 44,5 kilometer.
Kompetisi itu bukan sekadar ajang lari lintas alam biasa, melainkan ujian berat bagi adrenalin, penguasaan teknis, ketahanan fisik, serta yang paling krusial adalah soliditas kerja sama tim untuk menaklukkan bentang alam Ujung Genteng.
Kompetisi adventure race telah mencatatkan diri sebagai bentuk perlombaan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengusung format tim empat orang dengan menggabungkan lima disiplin tantangan secara beruntun dalam satu rentang waktu.
Keunikan serta skala tantangannya yang masif membuat ajang Super Adventure ini kerap dijuluki sebagai “Piala Dunia” bagi Mahasiswa Pecinta Alam, mengingat arena tersebut dirancang secara eksklusif hanya untuk kelompok Mapala saja.
Sekedar Informasi;
Trail Running
Olahraga lari lintas alam yang dilakukan di jalur non-aspal, seperti jalan setapak, kawasan hutan, pegunungan, hingga medan berkerikil atau berlumpur.
Berbeda dari lari jalan raya (road running), lintasan trail running menuntut keseimbangan ekstra dan navigasi kaki yang lincah karena kontur tanah yang bervariasi dan tidak rata.
Canyoning
Aktivitas menyusuri jurang atau ngarai (canyon) dengan mengombinasikan berbagai teknik kegiatan luar ruang.
Teknik yang digunakan meliputi berjalan, memanjat, melompat ke kolam air alami, meluncur di perosotan batu, hingga melintasi air terjun menggunakan tali (rappelling).
Orienteering
Olahraga navigasi darat yang menguji ketangkasan fisik dan kecepatan berpikir.
Peserta diwajibkan menemukan sejumlah titik kontrol di alam terbuka dalam waktu tercepat dengan hanya mengandalkan peta khusus dan kompas.
Rafting (Arung Jeram)
Kegiatan mengarungi jeram-jeram sungai yang deras menggunakan perahu karet yang dikendalikan oleh tim dengan dayung.
Aktivitas tersebut membutuhkan kekompakan tim, ketahanan fisik, serta penguasaan teknik mendayung untuk menjaga keseimbangan perahu agar tidak terbalik.
Coastal Tracking (Coastal Trekking)
Aktivitas penjelajahan atau menyusuri wilayah pesisir pantai.
Medan yang dilalui umumnya bervariasi, mulai dari pasir pantai, tebing karang yang terjal, muara sungai, hingga area hutan bakau (mangrove) di sepanjang garis pantai.



