REDAKSI8.COM, BANJAR – Pagi masih basah oleh embun, tapi derap langkah Babinsa Serda Mulyono dan rekan-rekannya dari Koramil 1006-03/Simpang Empat sudah terdengar di pematang sawah Desa Berkat Mulya. Selama sepekan terakhir, mereka bahu-membahu dengan para petani menanam padi di lahan seluas lima hektare milik Kelompok Tani Maju Bersama.
Ini bukan kali pertama TNI terjun langsung ke sawah. Namun, pemandangan seperti ini selalu membawa pesan kuat: TNI hadir bukan hanya saat negara memanggil untuk bertempur, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan uluran tangan.
“Kami dari Koramil datang secara bergiliran, ikut tanam, sekaligus memantau perkembangan. Harapannya, penanaman bisa rampung lebih cepat agar petani bisa panen sebelum musim kemarau,” ujar Serda Mulyono saat ditemui di sela kegiatan, Senin (12/5/2025).
Sawah yang digarap kali ini ditanami varietas siam unus, jenis padi yang dikenal cepat panen dalam 3 hingga 4 bulan. Bahkan, sebagian lahan sudah berusia 13 minggu dan siap dipanen dalam waktu dekat. Targetnya jelas: percepatan tanam dan panen demi menjaga stabilitas harga gabah serta kesejahteraan petani.
Muhammad Imron, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, mengaku semangat para petani meningkat sejak kehadiran Babinsa. “Kami sangat terbantu. Apalagi ada pendampingan dari PPL dan Mantri Tani juga. Ini jadi penyemangat kami untuk terus menggarap lahan dengan optimal,” ungkapnya.
Sinergi ini bukan sekadar kerja bersama, tapi cermin kekuatan kebersamaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan cuaca dan harga pasar yang fluktuatif, semangat gotong royong seperti inilah yang membuat harapan tetap tumbuh subur—seperti padi di sawah Desa Berkat Mulya.
Ini bukan kali pertama TNI terjun langsung ke sawah. Namun, pemandangan seperti ini selalu membawa pesan kuat: TNI hadir bukan hanya saat negara memanggil untuk bertempur, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan uluran tangan.
“Kami dari Koramil datang secara bergiliran, ikut tanam, sekaligus memantau perkembangan. Harapannya, penanaman bisa rampung lebih cepat agar petani bisa panen sebelum musim kemarau,” ujar Serda Mulyono saat ditemui di sela kegiatan, Senin (12/5/2025).
Sawah yang digarap kali ini ditanami varietas siam unus, jenis padi yang dikenal cepat panen dalam 3 hingga 4 bulan. Bahkan, sebagian lahan sudah berusia 13 minggu dan siap dipanen dalam waktu dekat. Targetnya jelas: percepatan tanam dan panen demi menjaga stabilitas harga gabah serta kesejahteraan petani.
Muhammad Imron, Ketua Kelompok Tani Maju Bersama, mengaku semangat para petani meningkat sejak kehadiran Babinsa. “Kami sangat terbantu. Apalagi ada pendampingan dari PPL dan Mantri Tani juga. Ini jadi penyemangat kami untuk terus menggarap lahan dengan optimal,” ungkapnya.
Sinergi ini bukan sekadar kerja bersama, tapi cermin kekuatan kebersamaan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Di tengah tantangan cuaca dan harga pasar yang fluktuatif, semangat gotong royong seperti inilah yang membuat harapan tetap tumbuh subur—seperti padi di sawah Desa Berkat Mulya.



