REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Ditengah kondisi cuaca kemarau basah saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta para petani khususnya di Kota Banjarbaru untuk bertahan hingga bulan September 2025 mendatang.
Meski masa panen padi telah tiba, namun tidak seluruh lahan sawah bisa melaksanakan panen karena kematangan padi yang masih belum merata.

Hal itu terjadi karena para petani kesulitan untuk memanen, sebab tanaman padi yang siap di panen terendam air hujan, hingga terserang hama tikus yang keluar akibat lahan sawah terendam.
Menanggapi keluhan tersebut, Pemprov Kalsel akan menyusun program optimalisasi lahan (Oplah) untuk membantu para petani menghadapi masa tanam dan panen pada musim kemarau maupun musim hujan.
Yang mana di dalam program Oplah telah diatur tata kelola air di lahan pertanian sawah.
“Kalau musim kemarau kekurangan air, maka diambil dari sini (sungai kecil) lewat pipa, yang mana dalam program Oplah itu ada pengadaan pompa,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel Syamsir Rahman saat diwawancarai, Kamis (28/8/25).
Namun, apabila musim hujan, air yang merendam lahan padi disawah dapat diatur dan bisa dikeluarkan dengan menggunakan alat pompa.
“Sekarang petaninya belum mengerti tapi yang tahu nanti ketua kelompok tani yang mengurusi, itu sedang disusun,” jelasnya.
Seperti lahan tani milik Kelurahan Bangkal dan sekitarnya, di sisi sungai kecil persawahan dapat dipasang pipa untuk mengalirkan air ke sawah hingga dapat dibuat saluran sekunder, semua itu termuat dalam program Oplah ini.
Syamsir juga menjelaskan, program Oplah nantinya memiliki pelaksananya sendiri, penanggung jawab, hingga petugas yang disebut brigade pangan.
“Tugasnya mereka yang akan menjelaskan, kalau lahan sawah di Bangkal ini yang masuk Oplah akan dikelola, nanti ada sosialisasi kepada petani,” tuturnya.
Akan tetapi, Ia meminta agar para petani dapat bersedia untuk lahan sawahnya dikeruk guna menjalankan program Oplah, sehingga dapat ditinggikanndan diatur tata kelola airnya.
“Petani biasanya tidak mau lahan dia kena keruk, kalau gak mau berkorban ngapain kita buat Oplah, jadi harus saling menguntungkan karena semuanya untuk petani,” terangnya.
Meski demikian, Ia memastikan program Oplah akan terlaksana di wilayah Kalsel pada bulan September 2025 mendatang.
“Tahun ini dilakukan di September ini, segera,” tuntasnya.



