REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Kebakaran melanda Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman Ma’had Ba’abud di Jalan RO Ulin Gang Amanah, Kelurahan Loktabat Selatan, Kota Banjarbaru pada Rabu (3/6/26) malam.
Berdasarkan informasi didapat, api diketahui membakar bangunan asrama santri yang berada di lantai dua, namun seluruh santri berhasil dievakuasi dengan selamat.

Sementara lantai bawah yang digunakan sebagai ruang belajar juga turut terdampak, meski tingkat kerusakannya belum dapat dipastikan.
Wakil Pimpinan Ponpes Nurul Iman Ma’had Ba’abud, Ustaz Muhammad Zidan mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui setelah muncul kepulan asap hitam dari bangunan.
“Yang terbakar ruang belajar santri ada di bawah, ruang kamarnya di atas. Ruang belajar mungkin ada sedikit terdampak, tapi yang paling fatalnya di asrama tadi tempat tidur santri,” ujarnya.
Menurutnya, saat kejadian para santri sedang mengikuti kegiatan di musala sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat.
Ia pun memastikan, seluruh santri dalam kondisi selamat dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah semua santri aman terkendali dan kegiatannya pun begitu cepat dikarenakan tadi ada mungkin kabel yang putus atau apa kita kurang tahu,” ungkapnya.
Zidan menyebut, jumlah santri yang berada di lingkungan pondok saat kejadian sebanyak 78 orang, dan mereka semua tengah berkegiatan di musala.
“Kalau santri totalnya 78 orang, yang terbakar lantai 2, karena kita lagi ada kegiatan di musola tiba-tiba ada api,” katanya.
Saat mengetahui adanya asap, pihak pondok langsung menuju lokasi. Namun para santri dilarang mendekati area kebakaran demi keselamatan sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.
“Awalnya ada kepulan asap hitam, dan kita langsung kesana, tapi santri kita larang untuk naik kae atas, tunggu pemadam kebakaran dulu,” ucapnya.
Selama proses pemadaman berlangsung, seluruh santri untuk sementara diungsikan ke musala.
Di sisi lain, pihak pondok masih melakukan pendataan terhadap sejumlah fasilitas yang berada di ruang belajar, termasuk perangkat komputer yang kemungkinan terdampak kebakaran.
“Di tempat belajar ada komputer tapi belum tahu lagi, kita belum lihat lagi apakah aman barangnya, apakah terbakar juga, belum tahu kita,” tuturnya.
Pasca kejadian, kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipusatkan di musala hingga proses pembersihan bangunan selesai dilakukan.
“Sementara proses belajar-mengajar dipusatkan di Musola, mungkin kita bersihkan dulu, baru kita operasikan lagi kelasnya. Yang penting santri aman, mudah-mudahan ada hikmahnya,” pungkasnya.



