REDAKSI8.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 360 jemaah haji asal Palangkaraya dan Kotawaringin Barat resmi masuk Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Rabu (29/4/26) malam.
Mereka menjadi bagian dari total 1.570 jemaah asal Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini dengan bertahap sejak 28 April 2026.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), H. Hasan Basri menyampaikan, secara keseluruhan, sebanyak 1.570 jemaah beserta petugas diberangkatkan dalam enam kelompok terbang (kloter) menggunakan maskapai Garuda Indonesia tipe Airbus A330-330.
“Untuk pemberangkatan haji tahun 1447 Hijriah, kami dari Kalimantan Tengah memberangkatkan total 1.570 jemaah beserta petugas,” ujarnya.
Pada gelombang terbaru, 360 jemaah dari Palangkaraya ada 192 orang dan Kotawaringin Barat 161 orang telah memasuki asrama dan menjalani proses persiapan akhir sebelum keberangkatan.
“Di dalamnya ada pembimbing haji KBIHU di Kotawaringin Barat, kemudian ada petugas haji daerah dua orang, dan petugas kloter ada empat orang, jadi total semua ada 360 orang malam ini sudah masuk asrama,” jelasnya.
Ia menjelaskan, jemaah kloter ini dijadwalkan terbang menuju Madinah pada Kamis, 30 April 2026, pukul 19.35 Wita.
Dari total enam kloter, empat di antaranya merupakan kloter penuh asal Kalteng, sementara dua lainnya merupakan kloter gabungan dengan jemaah dari Banjarmasin dan sisa jemaah yang diberangkatkan pada kloter akhir.
Di tengah proses pemberangkatan, aspek kesehatan pun menjadi perhatian utama. Menurut Hasan Basri masih ada jemaah dengan status risiko tinggi (risti) yang belum dapat diberangkatkan.
“Saat ini masih dirawat di rumah sakit. Mudah-mudahan pada pemberangkatan berikutnya, yang bersangkutan sudah dinyatakan sehat dan bisa bergabung dengan kloter selanjutnya,” katanya.
Selain itu, pihak Kemenhaj mengingatkan kepada para jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci, terutama menghadapi perbedaan cuaca dan aktivitas ibadah yang padat.
“Kemudian jangan lupa untuk selalu menggunakan masker bagi yang punya penyakit bawaan. Serta banyak minum air putih dan makan dan istirahat teratur,” imbaunya.
Sementara itu, salah satu jemaah asal Palangkaraya, Bustan Sabri mengaku, sempat mengalami peningkatan tekanan darah, namun kondisi tersebut dapat dikendalikan karena telah menyiapkan obat pribadi.
“Disuruh minum obat, alhamdulillah ada bawa persediaan dari rumah untuk penurunan tekanan darah,” ungkapnya.
Diketahui, Bustan telah mendaftar sejak akhir 2012, dan kini berangkat bersama anaknya yang menggantikan almarhum ibunya sebagai pendamping ibadah haji.



