REDAKSI8.COM, BANJAR — Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menjadi ancaman di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) meningkatkan upaya perlindungan bagi masyarakat.
Pada Sabtu (5/9/2026) pagi, PMI Kabupaten Banjar bersama relawan membagikan 2.500 masker kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai langkah antisipasi gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap karhutla.
Ribuan masker tersebut merupakan bantuan dari PMI Provinsi Kalimantan Selatan yang kemudian disalurkan kepada masyarakat di lokasi yang dinilai membutuhkan.

Pembagian masker dilakukan di dua titik, yakni kawasan Jalan Martapura Lama, Desa Teluk Selong, Kecamatan Martapura Barat, serta Jalan Ahmad Yani Kilometer 16, Kecamatan Gambut.
Di kedua lokasi tersebut, personel gabungan turun langsung membagikan masker kepada pengguna jalan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan personel Palang Merah Remaja (PMR) Wira dan Korps Sukarela (KSR) yang dikoordinasikan oleh PMI Kabupaten Banjar.



Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk mengurangi risiko masyarakat menghirup udara yang tercemar asap, terutama ketika kualitas udara menurun akibat aktivitas karhutla.
Selain membagikan masker, keberadaan relawan di lapangan juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan kesehatan selama kondisi udara terdampak asap.
Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan.

PMI Kabupaten Banjar juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak karhutla. Selain berpotensi mengganggu kesehatan, asap pekat juga dapat mengurangi jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Dengan distribusi 2.500 masker tersebut, PMI berharap perlindungan dasar bagi masyarakat dapat semakin diperkuat di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Banjar.




