REDAKSI8.COM – Tidak semua orang mampu melakukan pekerjaan ini, dan tidak semua orang sanggup berjibaku melawan panasnya api. Namun, barisan petugas gabungan dari BPBD Kota Banjarbaru, BPBD Provinsi Kalsel dan Satgas Karhutla Polres Banjarbaru dengan gagah berani melawan kobaran api yang begitu rakusnya melahap lahan-lahan yang sebelumnya hijau.
Senin siang, 20 Agustus 2018 sekitar pukul 11.00 WITA di bawah sinar matahari yang begitu terik dan menyengat, petugas gabungan menjalankan tugas yang diamanahkan oleh masyarakat Kota Banjarbaru. Dengan sigap dan tanggap mereka memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Guntung Damar RT 12 RW 03 Kelurahan Syamsudin Noor, atau tepatnya dekat dengan Bandara Syamsudin Noor.

Di lokasi ini, para petugas yang turun ke lapangan harus mengerahkan seluruh tenaga, pikiran dan kerjasama tim untuk secepat mungkin memadamkan si jago merah yang menjadi peran antagonis bagi mereka.
Perputaran waktu begitu cepat berlalu. Tidak terasa sudah berjam-jam mereka bertarung demi mengamankan permukiman warga agar terhindar dari jilatan si jago merah.

Sudah berbagai macam cara mereka lakukan untuk memadamkan amukan si jago merah. Di tengah-tengah rasa letih dan penuh pengharapan, tiba-tiba hujan dariNYA turun membasahi bumi, seakan ingin membantu perjuangan yang telah mereka lakukan.
Perlahan namun pasti, hujan membantu meringankan tugas dari petugas gabungan. Api-api yang tadinya terus ‘mengejek’ mereka, mulai redup dan pada akhirnya menghilang. Subhanallah.
Rasa lelah dan penat sudah tentu menghinggapi raga mereka. Badan dan pakaian yang dikenakan pun tak luput dari noda-noda hitam bekas abu ataupun lumpur yang menempel.

Waktu untuk beristirahat pun tak disia-siakan oleh mereka. Tak peduli disekeliling mereka masih tercium bau-bau asap pasca pemadaman dan tak ada tempat yang nyaman untuk beristirahat, namun masing-masing dari mereka dengan lahap menyantap sebungkus nasi yang sudah dipersiapkan dengan duduk di atas alas yang seadanya. Tak lupa, teguk demi teguk air mineral mengalir lancar dan terasa menyegarkan di kerongkongan mereka.
Perjuangan mereka tidak hanya sampai di sini, perjuangan masih akan terus mereka lanjutkan untuk menghadapi kebakaran lahan yang mungkin dan entah kapan akan terjadi lagi. Tapi tentu saja, kita semua tidak menginginkan kebakaran lahan terjadi lagi, baik itu yang terjadi secara alami maupun akibat ulah dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.



