REDAKSI8.COM, BANJARBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru memastikan angkutan feeder Trans Banjarbaru segera masuk ke dalam Kampus 2 UIN Antasari sebagai respons atas kebutuhan transportasi mahasiswa.
Layanan itu akan menjangkau kawasan kampus di Jalan Pandarapan, Kelurahan Guntung Manggis, untuk memudahkan akses mahasiswa yang selama ini bergantung pada titik jemput di jalan utama.

Permintaan tersebut sebelumnya diajukan pihak kampus melalui surat resmi kepada Dishub Banjarbaru, dan langsung ditindaklanjuti dengan survei lapangan serta uji coba rute (role play) untuk memastikan kesiapan operasional pada Kamis (23/4/26).
Kasi Angkutan Transportasi Dishub Banjarbaru, Indah Astuti menjelaskan, layanan itu tidak menambah trayek baru, melainkan mengoptimalkan rute yang sudah ada.
“Trayek 1 sebenarnya sudah masuk sampai ke SMA 5 Banjarbaru. Jadi tinggal menyambungkan sedikit lagi jalurnya agar bisa masuk sampai ke dalam kampus UIN. Telah survei, dan akan segera dijalankan agar awal bulan depan sudah bisa beroperasi,” jelasnya.
Selain itu, Dishub Banjarbaru juga berkoordinasi dengan pihak kampus terkait penyediaan fasilitas pendukung seperti halte di area kampus.
“Kami akan bicarakan lagi mengenai prasarana seperti halte, supaya mahasiswa lebih nyaman dan proper saat menunggu Trans Banjarbaru di dalam area kampus,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bagian Perlengkapan dan Pengadaan Barang UIN Antasari, Abdul Farid menyampaikan, apresiasi yang setinggi-tingginya atas respon cepat dari Pemerintah Kota Banjarbaru.
Oleh karena itu, kehadiran layanan ini sangat dibutuhkan, terutama bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dishub Banjarbaru. Fasilitas ini bisa menghemat biaya mahasiswa, dan tentu untuk mengurangi risiko kecelakaan. Beberapa kali mahasiswa kami mengalami kecelakaan, termasuk insiden di Bundaran Palam kemarin,” katanya.
Menurutnya, selama ini akses transportasi menjadi kendala karena halte terdekat hanya berada di luar kawasan kampus.
Dengan langkah itu, akses transportasi menuju kampus diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan terjangkau bagi mahasiswa.
“Jadi ini permintaan kampus, kita sebelumnya mengirim surat dari Rektor kepada Kepala Dinas Perhubungan. Alhamdulillah responnya sangat cepat,” tutupnya.



