REDAKSI8.COM – Ada hal yang tidak mengenakan yang terjadi di media sosial saat terjadi kebakaran di jalan Masjid Pintu Air Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, Jumat (22/4/2022) sore.
Kejadian yang tidak mengenakan tersebut beredar video yang diduga milik akun Nabillaafatimahh_ dengan suara video “hoh, kada rami, hoh kada rami, apinya kada ganal”.

Tentu suara yang ada di video yang 18 detik tersebut tidak mengenakkan apalagi kebakaran merupakan musibah yang tidak dikehendaki oleh siapapun apalagi bagi korban kebakaran.
Video dengan suara yang tidak mengenakan tersebut dibagikan oleh salah satu anggota yang bernama Ahmad Haekal di grup relawan Emergency Kalimantan.
“Mahadang klarifikasi sambil kisah tertangis tangis aja lagi nah🤭, mbahnya nangis kaina minta maaf,” ungkap Ahmad Haekal
Salah satu relawan Pemadam Kebakaran Muhammad Zaini menilai sangat disayangkan kata kata itu dilontarkan, apalagi dengan kata kata tersebut berharap agar banyak orang yang kena musibah.
“Sangat disayangkan dengan perkataan seperti ini, kita sebagai anggota pemadam mengharapkan api cepat padam agar tidak menjalar ke bangunan lain, ini malah ingin orang banyak terkena musibah,” ucapnya
Zaini yang juga merupakan dari BPK Harma juga berharap, semoga ada itikad baik dan mengklarifikasi video tersebut dari pemilik akun nya sendiri.
Terkait video tersebut, wartawan dari redaksi8.com menghubung Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banjar melalui Kepala Seksi Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Evakuasi Gusti Yudhi.
“Kami sangat menyayangkan ada ungkapan yang tak berempati terhadap musibah yang terjadi, kami justru bersyukur apabila setiap musibah yang terjadi dapat ditangani sejak dini dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” tuturnya
Ia menjelaskan, kalau bisa memilih tentu kami tidak menghendaki ada musibah sekecil apapun, kalaupun ada terjadi musibah kami berharap bisa ditanggulangi secepat mungkin, bukanya justru malah membuat pernyataan seolah musibah itu terjadi untuk dijadikan bahan candaan.
“Hal seperti ini sering terjadi yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang sepertinya tidak punya rasa empati terhadap sesama,” tambahnya
Gusti Yudhi juga menjelaskan, selain video ini, pada kejadian kebakaran di komp Sa’adah 2 tadi malam yang dilaporkan live oleh salah rekan unit relawan kita, juga di komen kurang lebih seperti itu, *ganalakan aj dulu supaya rame* kurang lebih seperti itu, untungnya hal tersebut segera di klarifikasi oleh yang bersangkutan dengan pernyataan maaf dan menyesal karena tidak bijak dalam bermedsos.


